Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 15:29 WIB

Potensi Hujan Lebat di Indonesia, BMKG Sarankan Kewaspadaan Tinggi

Author

Potensi Hujan Lebat di Indonesia, BMKG Sarankan Kewaspadaan Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan kepada masyarakat mengenai kemungkinan hujan lebat yang dapat melanda wilayah Indonesia antara 15 hingga 21 Februari 2023.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Daerah yang diprediksi akan terkena dampak meliputi Jawa, Sumatra, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan.

Faktor Penyebab Hujan Lebat

BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer yang bergerak dapat merangsang pertumbuhan awan hujan, dengan fokus utama di Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

'Fenomena ini terjadi karena Monsun Asia membawa aliran angin baratan yang cukup dominan,' kata BMKG dalam siaran persnya.

Ditambah lagi, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) pada fase Indian Ocean juga turut memperkuat kondisi tersebut, mendorong gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby.

Hal ini menyebabkan perlambatan dan belokan angin (konvergensi) khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Prakiraan Cuaca Ekstrem

BMKG memprediksi iklim ekstrem dengan potensi tinggi di sejumlah daerah. Pada 15-16 Februari, wilayah yang diwaspadai adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, dan Lampung.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Selanjutnya, pada 17-18 Februari, hujan mungkin akan mengancam Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan tentunya Lampung, bersama wilayah lainnya.

'Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat hingga sangat lebat,' ungkap BMKG.

Penting bagi masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca yang dapat berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

Langkah Peringatan bagi Masyarakat

BMKG mengingatkan masyarakat, terutama yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan mereka. Diimbau untuk menghindari aktivitas di lokasi yang berisiko, seperti daerah aliran sungai dan lereng rawan longsor.

Meski cuaca ekstrem di depan mata, penting bagi semua untuk tetap tenang agar dapat mencegah terjadinya korban maupun kerugian lebih jauh.

'Ini penting agar semua orang tetap selamat dan terhindar dari bencana,' kata BMKG menutup pernyataannya.

Kesadaran dan langkah preventif menjadi kunci untuk menghadapi situasi cuaca yang tidak terduga ini.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU