Hari Kasih Sayang atau yang lebih dikenal sebagai Valentine's Day dirayakan setiap 14 Februari sebagai bentuk ungkapan cinta antara pasangan dan orang-orang terkasih. Asal-usul serta tradisi yang menyertainya dipenuhi dengan makna dan cerita yang kaya.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Dalam ulasan kali ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai dua versi utama yang menjelaskan latar belakang Valentine serta bagaimana tradisi di seputar hari kasih sayang tersebut berkembang hingga saat ini.
Asal Usul Valentine's Day
Berdasarkan informasi dari situs History, terdapat dua versi yang menjelaskan asal-usul Hari Valentine. Versi pertama terkait dengan Festival Lupercalia, yang dirayakan pada 15 Februari untuk menghormati dewa kesuburan.
Versi kedua mengisahkan tentang St. Valentine, seorang pendeta yang menentang keputusan Kaisar Claudius II yang melarang pernikahan bagi pria muda, demi menjaga mereka menjadi prajurit yang fokus. St. Valentine secara diam-diam menikahkan pasangan muda, hingga akhirnya tertangkap dan dihukum mati pada 14 Februari 270 Masehi.
Peristiwa kematian St. Valentine inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Valentine, membuat 14 Februari tidak hanya menjadi hari istimewa, tetapi juga merayakan keberanian dan pengorbanan untuk cinta.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Makna di Balik 14 Februari
Kematian St. Valentine pada 14 Februari diakui sebagai momen penting yang menandai awal mula perayaan Hari Kasih Sayang. Masyarakat umum percaya bahwa kisahnya lebih dikenal dan menjadi inspirasi untuk merayakan cinta.
Hari Valentine bukan sekadar kesempatan untuk berbagi kasih sayang, tetapi juga untuk mengenang seorang tokoh yang memperjuangkan cinta dalam keadaan sulit. Ini menambah dimensi emosional pada perayaan ini, yang kini kerap diwarnai dengan berbagai ritual dan tradisi.
Hari Kasih Sayang telah menjadi simbol universal dari cinta dan kasih sayang, diterima oleh berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang budaya atau agama.
Tradisi Valentine's Day
Tradisi merayakan Hari Valentine kian populer dengan saling bertukar ucapan dan hadiah. Di Inggris pada abad ke-18, generasi muda mulai merayakan hari ini dengan bertukar surat yang ditulis tangan sebagai ungkapan kasih.
Memasuki abad ke-19, berkaitan dengan kemajuan teknologi, surat tersebut beralih menjadi kartu cetak. Di Amerika Serikat, tradisi memberikan surat pada Hari Valentine sudah dimulai lebih awal, sekitar abad ke-17.
Esther A. Howland, yang dijuluki 'Ibu Valentine', ikut berkontribusi pada perkembangan tradisi ini dengan menciptakan dan menjual kartu Valentine yang diproduksi secara massal pada tahun 1840. Kartu-kartu cantik ini membuka jalan bagi tren baru dalam perayaan Hari Kasih Sayang.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: