Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 09:06 WIB

Gunung Semeru Memicu Kekhawatiran dengan Erupsi Terbaru

Author

Gunung Semeru Memicu Kekhawatiran dengan Erupsi Terbaru

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang signifikan pada hari Sabtu (14/2) pagi. Luncuran awan panas tercatat mencapai enam kilometer dari puncak kawah.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Erupsi ini terjadi pada pukul 05.54 WIB dengan kolom letusan setinggi 2.000 meter, menggugah perhatian warga di sekitarnya yang harus tetap waspada.

Rincian Erupsi dan Pengamatan

Menurut Sigit Rian Alfian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, letusan tersebut merupakan awan panas guguran yang mengarah ke sektor tenggara, khususnya daerah Besuk Kobokan.

Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal terlihat mengarah ke timur laut. Erupsi ini juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.

Tak lama setelah itu, gunung kembali erupsi pada pukul 07.25 WIB, dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.500 meter di atas puncak, setara dengan 5.176 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu teramati ke arah utara dan timur laut.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Status Aktivitas dan Rekomendasi

Saat ini, status aktifitas Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan beragam rekomendasi.

Warga disarankan untuk menghindari aktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari puncak erupsi. Di luar itu, harus ada kewaspadaan pada radius 500 meter dari tepi sungai.

Peringatan lebih lanjut mengingatkan penduduk untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berawal dari puncak gunung.

Potensi Bahaya Lainnya

Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah Gunung Semeru, untuk mencegah bahaya lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Khususnya di wilayah sungai atau lembah seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, masyarakat diingatkan untuk rutin memantau situasi yang dapat berubah akibat aktivitas vulkanik.

Selain itu, potensi lahar di sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan harus diwaspadai oleh penduduk setempat.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU