Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:53 WIB

Tinjauan Wapres Gibran: Evaluasi Dampak Tanah Gerak di Semarang

Author

Tinjauan Wapres Gibran: Evaluasi Dampak Tanah Gerak di Semarang

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka baru saja meninjau daerah terdampak tanah gerak di Kampung Sekip, Jangli, Semarang, pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi serta mendengarkan keluhan warga yang terkena dampak.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Didampingi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wapres menegaskan pentingnya keselamatan warga, memperingatkan untuk tidak kembali ke rumah yang berpotensi berbahaya. "Keselamatan nomor satu, banyak anak-anak dan lansia di sini," ujar Gibran.

Tindak Lanjut Penanganan Tanah Gerak

Wakil Presiden Gibran berkunjung ke lokasi untuk menyaksikan langsung kondisi yang dihadapi oleh masyarakat. Ia menyampaikan bahwa perlindungan keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, mengingat banyaknya warga lanjut usia dan anak-anak di area tersebut.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menambahkan bahwa rencana relokasi sedang disiapkan bagi masyarakat yang terdampak, dengan koordinasi bersama Pemerintah Kota Semarang. "Kami terus berkoordinasi untuk merelokasi warga yang membutuhkan," ujarnya.

Relokasi ini bertujuan untuk mengurangi risiko dari pergerakan tanah yang masih berlangsung. Pemprov Jateng juga siap untuk memenuhi semua kebutuhan dasar warga yang akan dipindahkan.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Logistik dan Pengungsian

Menurut Lurah Jangli, Maria Tresia Takandare, terdapat sekitar 66 jiwa yang saat ini berada di enam tenda pengungsian. Tenda-tenda ini dirancang untuk memberikan perlindungan sementara bagi warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Fasilitas logistik seperti kamar mandi juga telah disediakan di lokasi yang berjarak 100-200 meter dari area terdampak, untuk mendukung kenyamanan dan kesehatan para pengungsi. Ketersediaan logistik menjadi perhatian penting selama masa darurat ini.

Maria juga menjelaskan bahwa beberapa warga dengan tanah yang lebih aman bersedia menyediakan tempat relokasi sementara selama dua bulan ke depan, sambil menunggu solusi hunian permanen.

Peran Pemerintah dalam Penanganan Bencana

Pemerintah provinsi dan pemerintah kota Semarang bekerja sama dalam menangani situasi darurat ini. Menteri Pekerjaan Umum juga telah menjanjikan dukungan biaya relokasi untuk korban tanah gerak, menunjukkan komitmen pemerintah dalam situasi bencana.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, "Semua kebutuhan pokok akan dipenuhi. Sementara ini tidak usah tinggal di rumah yang tanahnya gerak." Pernyataan ini menandakan langkah nyata dalam melindungi warganya.

Wapres Gibran menekankan pentingnya pengawasan dan tindakan cepat, mengatakan, "Hari ini Wapres turun tangan menjenguk bapak ibu sekalian untuk memastikan tidak terjadi apa-apa." Tindakan ini diharapkan bisa membantu meringankan beban warganya dalam menghadapi bencana.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU