Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:01 WIB

Mengapa Warna Merah Lebih Dari Sekadar Estetika Saat Imlek?

Author

Mengapa Warna Merah Lebih Dari Sekadar Estetika Saat Imlek?

Saat Imlek tiba, warna merah seolah menjadi jiwa dari dekorasi dan pakaian yang mencolok. Hal ini bukan tanpa alasan, karena ada makna mendalam yang tersimpan di balik dominasi warna tersebut dalam budaya Tionghoa.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Bagi masyarakat Tionghoa, merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Warna ini diyakini memiliki kemampuan untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan rejeki, menjadikan Imlek sebagai momen penuh harapan.

Asal Usul Makna Warna Merah

Penggunaan warna merah dalam tradisi Tionghoa telah ada sejak zaman kuno. Dalam konteks itu, warna merah diyakini memiliki kekuatan magis yang dapat melindungi dari keburukan.

Ketika perayaan Imlek berlangsung, rumah-rumah dihiasi ornamen merah seperti lampion dan angpao, mencerminkan harapan akan tahun penuh berkah. Atmosfer ini bisa terlihat jelas di kota-kota besar di Indonesia yang merayakan Imlek dengan meriah.

Merah secara tradisional dianggap sebagai warna yang paling digemari oleh dewa-dewa Tiongkok. Oleh karena itu, partisipasi dalam warna ini saat merayakan Imlek diharapkan dapat mendatangkan berkah dari para dewa.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Merah sebagai Simbol Keberuntungan

Salah satu ciri khas saat Imlek adalah tradisi memberikan angpao merah. Di dalam angpao tersebut biasanya terdapat uang yang melambangkan harapan akan rezeki melimpah di tahun baru.

Selain itu, warna merah sering dihubungkan dengan perayaan dan kesenangan. Misalnya, saat Tahun Baru, banyak orang mengenakan pakaian merah untuk menyambut tahun baru dengan semangat positif.

Perayaan Imlek di berbagai daerah, seperti Jakarta dan Medan, umumnya dipenuhi pertunjukan yang menjadikan warna merah sebagai tema utama, sehingga menambah suasana kegembiraan saat menyambut tahun baru.

Dampak Sosial dan Ekonomi dari Budaya Warna Merah

Popularitas warna merah tidak hanya terbatas pada tradisi, tetapi juga berdampak pada perekonomian. Menjelang Imlek, penjual baju dan aksesori berwarna merah biasanya mengalami lonjakan penjualan.

Banyak event yang diadakan untuk merayakan Imlek memanfaatkan tema merah dalam promosi dan mengatur atmosfer. Ini menarik minat berbagai kalangan untuk ikut merayakan dan memeriahkan festival.

Di luar konteks keberuntungan, warna merah juga menjadi simbol persatuan antar etnis di Indonesia, merefleksikan keragaman budaya dalam masyarakat yang heterogen.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU