Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 08:00 WIB

Menggali Tradisi dan Makna Tahun Baru Imlek di Indonesia

Author

Menggali Tradisi dan Makna Tahun Baru Imlek di Indonesia

Tahun Baru Imlek bukan sekadar ritual, tetapi juga adalah perayaan budaya yang sangat dinanti, terutama di kalangan komunitas Tionghoa, termasuk di Indonesia.

Baca juga: Kasus Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online: Menuju Jalur Pidana

Asal-usulnya yang kaya dan penuh tradisi menjadikan momen ini sebagai perayaan yang berharga dalam kalender budaya masyarakat Indonesia.

Asal Usul Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek, atau Festival Musim Semi, telah dirayakan selama lebih dari 4.000 tahun, berawal dari tradisi pertanian yang menandai dimulainya musim tanam di Tiongkok.

Kata 'Imlek' berasal dari bahasa Hokkien yang berarti 'tahun baru', yang terlebih dahulu menjadi simbol awal tahun dalam tradisi pertanian.

Dalam mitologi Tiongkok, kisah Nian, monster yang muncul setiap tahun untuk mengganggu penduduk, menjadi motivasi untuk tradisi perayaan ini, di mana petasan, warna merah, dan lampion digunakan untuk mengusirnya.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online

Tradisi dan Ritual Dalam Perayaan

Bersih-bersih rumah dan menghias dengan ornamen merah menjadi langkah awal yang dilakukan oleh banyak orang menjelang perayaan, guna mengusir sial.

Di hari sebelum Tahun Baru, makanan khas seperti ikan utuh, jeruk, dan kue bulan disiapkan sebagai simbol kemakmuran dan kebersamaan dalam keluarga.

Malam tahun baru diwarnai oleh pertunjukan kembang api dan tarian naga, yang bertujuan untuk menarik keberuntungan dan menghalau roh jahat dari aktivitas sehari-hari.

Perayaan Tahun Baru Imlek di Indonesia

Di Indonesia, Tahun Baru Imlek diakui sebagai hari libur nasional dan dirayakan oleh berbagai komunitas, bukan hanya etnis Tionghoa; hal ini menunjukkan keberagaman budaya yang ada di tanah air.

Kota-kota besar seperti Jakarta dan Singkawang rutin mengadakan festival Tahun Baru Imlek yang meriah, dengan parade dan beragam pertunjukan budaya yang menghidupkan suasana.

Selama perayaan, tradisi memberikan angpao, amplop merah berisi uang, kepada anak-anak diharapkan dapat membawa keberuntungan bagi penerimanya, memperkuat ikatan antar generasi.

Baca juga: Liburan Sendirian di Kota-Kota Terbaik Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU