Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 17:22 WIB

CEO Instagram Tegaskan Beda Kecanduan Media Sosial dan Penggunaan Berlebihan

Author

CEO Instagram Tegaskan Beda Kecanduan Media Sosial dan Penggunaan Berlebihan

Adam Mosseri, CEO Instagram, memberikan penjelasan penting dalam sidang tentang dampak media sosial terhadap kesehatan mental pengguna.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Ia menekankan bahwa ada perbedaan mendasar antara kecanduan klinis dan penggunaan berlebihan yang seringkali disalahartikan dalam diskusi publik.

Persidangan Media Sosial di Los Angeles

Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tinggi Los Angeles mendalami gugatan terhadap Meta, perusahaan induk Instagram, serta platform media sosial lainnya seperti YouTube, TikTok, dan Snap.

Gugatan ini mengklaim bahwa berbagai desain dan fitur, termasuk 'infinite scroll', dapat membahayakan kesehatan mental anak-anak dan remaja.

Dalam keterangannya, Mosseri membedakan penggunaan berlebihan dari istilah 'kecanduan', dengan menyatakan bahwa 'Kata 'terlalu banyak' relatif dan bersifat pribadi.'

Ia berargumen bahwa setiap individu memiliki batasan berbeda dalam berinteraksi dengan media sosial, dan tidak ada satu ukuran yang dapat diterapkan pada semua orang.

Pertanyaan Mengenai Tanggung Jawab

Pengacara yang mewakili penggugat, Mark Lanier, menantang Mosseri mengenai tanggung jawab perusahaan dalam desain fitur-fitur yang punya potensi merugikan pengguna muda.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Mosseri mengakui pentingnya perlindungan anak sebagai prioritas perusahaan, tetapi juga menekankan bahwa keberlanjutan bisnis tidak kalah penting.

"Secara umum, kami harus fokus pada perlindungan anak di bawah umur," ungkapnya, menekankan bahwa langkah-langkah perlindungan jangka panjang juga dapat bermanfaat bagi perusahaan.

Ia menambahkan bahwa keputusan yang diambil perusahaan harus mendukung kesehatan pengguna sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis.

Dampak Filter Digital dan Operasi Plastik

Saat dihadapkan dengan bukti berupa email dari eksekutif Meta yang membahas larangan filter digital yang menyerupai operasi plastik, Mosseri menjelaskan bahwa perusahaan akhirnya memutuskan untuk melarang efek tersebut.

Ia menyatakan bahwa kesehatan mental pengguna menjadi pertimbangan utama dalam keputusan ini, menunjukkan kesadaran perusahaan akan dampak sosial dari fitur yang mereka kembangkan.

Namun, pandangan berbeda muncul dari mantan eksekutif Meta, John Hegeman, yang mengingatkan bahwa pelarangan total filter digital bisa membatasi inovasi.

Hegeman merekomendasikan agar perusahaan fokus pada pengembangan kerangka kerja untuk penggunaan yang bertanggung jawab agar tetap dapat bersaing.

Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU