Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, baru-baru ini mengumumkan penutupan beberapa aktivitas pertambangan granit sebagai bagian dari upayanya untuk menciptakan sistem pertambangan yang lebih berkelanjutan di wilayahnya.
Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz
Keputusan ini diambil setelah menerima telepon dari Kementerian Perindustrian dan dianggap sebagai langkah untuk melindungi masyarakat serta lingkungan.
Tantangan dalam Pertambangan di Jawa Barat
Dalam pandangan Dedi Mulyadi, keadaan pertambangan granit saat ini tidak ideal dan seringkali menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat setempat.
Ia menyatakan, 'Yang terjadi hari ini adalah buka tambang sembarangan, tonase mobil melebihi kapasitas, asuransinya tidak dibayar, pajaknya ngemplang, reklamasi tidak dilakukan.'
Kondisi ini berujung pada kerusakan infrastruktur jalan dan perlindungan terhadap pekerja yang minim, yang semakin memperburuk keadaan.
Dedi juga mengingatkan bahwa dampak buruk ini dapat mengarah kepada bencana yang lebih sering terjadi, sehingga meningkatkan tingkat kemiskinan di sekitar wilayah tambang.
Fokus pada Pajak dan Reinvestasi untuk Desa
Sebagai bagian dari langkah perbaikan sektor pertambangan, Dedi Mulyadi berencana untuk menetapkan pajak tambang sebesar 60 persen, yang akan digunakan untuk pembangunan desa.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
'Saya mau bangun ekosistem yang baik, pajak tambang harus bener,' ujarnya tegas, menunjukkan niatnya agar hasil pajak dimanfaatkan secara efektif.
Melalui langkah ini, Dedi berharap tambang tidak hanya mengambil hasil alam, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan warga dan dampak lingkungan jangka panjang.
Ia menekankan pentingnya alokasi yang tepat dari pajak untuk kemajuan desa-desa di sekitar area pertambangan.
Pentingnya Penataan Lingkungan dan Manajemen Limbah
Dedi Mulyadi menekankan bahwa manajemen limbah yang efektif dan penataan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pertambangan.
'Infrastruktur jalannya harus dibangun berdasarkan kebutuhan tonase mobil, mitigasi bencana harus dilakukan dengan baik,' tegasnya.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan dan menciptakan keseimbangan antara pertambangan dan lingkungan.
Dengan pendekatan ini, Dedi optimis dapat membangun ekosistem pertambangan yang lebih sehat dan berkelanjutan di Jawa Barat.
Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: