Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan badan kesehatan Uni Eropa menyatakan bahwa penggunaan parasetamol selama kehamilan adalah aman, menanggapi klaim kontroversial yang dilontarkan oleh Donald Trump.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Klaim Trump yang mengaitkan parasetamol dengan autisme dinyatakan tanpa dasar kuat oleh WHO, yang mengedepankan bukti ilmiah sebagai acuan utama.
Penegasan Keamanan Parasetamol
Badan Obat Eropa (EMA) dan regulator kesehatan Inggris menegaskan tidak ada informasi baru yang mengubah panduan penggunaan parasetamol bagi ibu hamil. Mereka menyatakan, 'Bukti yang ada tidak menemukan hubungan antara penggunaan parasetamol selama kehamilan dengan autisme.'
Pihak berwenang menganjurkan penggunaan parasetamol jika diperlukan, namun dengan dosis terendah yang mungkin. Keamanan penggunaannya tetap menjadi prioritas dalam pedoman kesehatan untuk ibu hamil.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Respon WHO dan Data Penelitian
Juru bicara WHO, Tarik Jašarević, mengungkapkan dalam konferensi pers di Jenewa bahwa bukti hubungan antara parasetamol dan autisme tidak konsisten. 'Kurangnya replikasi ini membuat kita harus berhati-hati dalam menarik kesimpulan kausal,' katanya.
Selain itu, WHO menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami efek dari penggunaan parasetamol pada ibu hamil. Ini penting untuk memberikan rekomendasi yang tepat berbasis data terbaru.
Dampak Klaim Trump dan Pentingnya Informasi Medis yang Akurat
Pernyataan Donald Trump tentang parasetamol dan vaksin dianggap sebagai 'nasihat medis' yang tidak akurat. Ini menunjukkan perlunya pendidikan yang lebih baik mengenai kesehatan di kalangan masyarakat.
Medis resmi menyatakan bahwa acetaminophen, komponen aktif dalam Tylenol, aman untuk ibu hamil dan penting bagi kesehatan mereka. Informasi yang benar sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa membuat keputusan yang tepat.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: