Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 12:01 WIB

Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Mencapai 8.000 Anggota

Author

Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza Mencapai 8.000 Anggota

Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, sebagai wujud dukungan terhadap stabilitas wilayah tersebut.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa rencana pengiriman ini masih dalam tahap pembicaraan dan persiapan yang matang.

Detail Rencana Pengiriman Pasukan

Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengiriman tersebut diharapkan dapat membantu mencapai kesepakatan demi stabilitas di Gaza. "Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu," ujarnya di Jakarta.

Ia juga menekankan bahwa total pasukan yang disiapkan bisa mencapai sekitar 20.000. Pemerintah masih melakukan berbagai persiapan untuk memastikan pengiriman bisa berjalan dengan lancar.

Saat ditanya mengenai waktu dan lokasi pengiriman, Prasetyo menyebutkan bahwa hal tersebut masih menunggu tercapainya kesepakatan yang lebih rinci. Ini menunjukkan langkah hati-hati dalam perencanaan misi tersebut.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Komitmen Indonesia dalam Perdamaian

Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengiriman pasukan adalah bagian dari komitmen Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," imbuhnya.

Sebagai langkah nyata, Indonesia merencanakan untuk bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang diikuti oleh tujuh negara Muslim lainnya. Ini adalah upaya untuk mengurangi eskalasi konflik di Gaza.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak juga mengonfirmasi bahwa TNI AD sedang mempersiapkan personel guna mendukung inisiatif tersebut.

Pendekatan Kemanusiaan dan Rekonstruksi

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menggarisbawahi bahwa misi ini akan berfokus pada dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik. Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menekankan bahwa peran Indonesia bersifat tidak agresif dan tidak menyerang.

"Pendekatan Indonesia akan menitikberatkan pada perlindungan warga sipil, dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza," jelas Nabyl saat memberikan keterangan.

Walaupun rencana ini sudah mulai dibahas, Nabyl mengingatkan bahwa belum ada keputusan final mengenai jumlah pasukan, jadwal penugasan, maupun lokasi penempatan yang akan diterapkan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU