Rabu, 11 FEBRUARI 2026 • 10:18 WIB

Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono dalam Ritual Adat Toraja

Author

Permohonan Maaf Pandji Pragiwaksono dalam Ritual Adat Toraja

Pandji Pragiwaksono baru saja menyelesaikan ritual permohonan maaf kepada leluhur Toraja setelah menyusul sidang adat terkait kontennya yang dianggap melecehkan budaya lokal.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Dalam ritual tersebut, ia dikenakan denda berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam untuk menebus kesalahan dan memulihkan hubungan yang harmonis.

Proses Sidang Adat

Sidang adat yang dijalani Pandji berlangsung pada hari Selasa dan dipimpin oleh wasit adat Yusuf Sura' Tandirerung. Menurutnya, denda yang dijatuhkan berlaku karena ketidaktahuan Pandji mengenai budaya Toraja.

Yusuf mengungkapkan, 'Kita tidak berikan sanksi berat karena dia tidak sengaja dan sudah minta maaf. Sanksinya hanya satu ekor babi dan lima ayam.' Denda ini bertujuan untuk upacara permohonan maaf yang melibatkan leluhur di lokasi yang ditentukan.

Melalui ritual ini, mereka berusaha memulihkan martabat suku Toraja yang sempat terganggu oleh pernyataan Pandji.

Baca juga: Mengapa Finfluencer Menjadi Panduan Utama Keuangan di Era Digital

Esensi Ritual Ma'bua'

Ritual adat Ma'bua' adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan antara manusia dan leluhur, serta menjaga keharmonisan budaya. Ini juga sebagai pentunjuk untuk menghormati tradisi yang ada.

Yusuf menegaskan, 'Ritual yang kita lakukan singkatnya adalah pemulihan harmonisasi dan janji kepada leluhur.' Ia juga mengingatkan jika di masa depan ada kesalahan yang serupa, akan ada konsekuensi yang lebih serius.

Ini menunjukkan betapa pentingnya pengakuan dan penyesalan ketika berurusan dengan budaya yang bersifat sensitif dan menaati norma yang ada.

Pengakuan dan Kesadaran Budaya

Sebelumnya, Pandji telah mengakui kesalahannya dalam membahas materi tentang ritual Rambu Solo. Ia menyatakan bahwa kurangnya pemahaman mendalam tentang ritual tersebut membawa dampak negatif pada penyampaian materinya.

Dengan merendahkan hati, ia mengungkapkan permohonan maaf di hadapan masyarakat dan tokoh adat, serta menyadari pentingnya menjaga sensitivitas dalam menampilkan budaya.

Respon masyarakat dan tokoh adat terhadap permohonan maaf ini menunjukkan harapan untuk membangun kembali hubungan yang baik antara Pandji dan komunitas Toraja.

Baca juga: Presiden Prabowo Berikan Penghargaan bagi Polisi Terluka dalam Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU