Aprilia Racing mengonfirmasi bahwa Jorge Martin telah dinyatakan siap untuk mengikuti tes pramusim di Buriram, Thailand pada 21-22 Februari 2026.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Setelah menjalani dua operasi pada akhir tahun lalu, Martin kini sudah pulih dan siap kembali ke lintasan balap.
Persiapan Menjelang Tes di Thailand
Jorge Martin menjalani operasi pada 9 Februari 2026 di Rumah Sakit Internasional Ruber, Madrid. Setelah evaluasi mendalam, dokter memberikan lampu hijau untuk Martin berpartisipasi dalam tes di Buriram.
Robert (dari tim manajemen) menyatakan, "Kami sangat gembira dengan hasil pemeriksaan ini dan percaya Jorge akan dapat tampil maksimal."
Sebagai persiapan, Martin telah menguji motor RS-GP di Kuala Lumpur, meski tidak terlibat langsung dalam tes di Sepang. Kehadirannya di sana tetap menjadi dukungan bagi tim untuk mempelajari performa motor.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Proses Evaluasi Kesehatan
Sebelum memulai tes, Martin masih harus menjalani evaluasi kesehatan di Sirkuit Buriram pada 20 Februari 2026. Ini merupakan langkah krusial untuk memastikan kesiapan fisiknya.
Tim medis FIM MotoGP bertanggung jawab atas evaluasi, dan Aprilia Racing berharap tidak ada isu yang muncul. "Kami menunggu hasil positif untuk Martin," ungkap manajer tim.
Harapan dan Target Martin
Martin menyampaikan rasa antusiasnya untuk kembali ke lintasan. Dalam wawancara dengan Motorsport Espana, ia menjelaskan, "Tujuan saya di Thailand adalah untuk memahami pengembangan motor RS-GP lebih lanjut."
Ia menambahkan, "Aprilia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Akan sangat menarik untuk 100% siap dengan motor ini. Saya sangat menantikannya."
Meskipun ada tantangan, Martin berkomitmen untuk bertarung di posisi teratas dalam kompetisi mendatang.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: