Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 21:32 WIB

Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Terus Berlanjut, Warga Mengungsi Meningkat

Author

Fenomena Pergerakan Tanah di Tegal Terus Berlanjut, Warga Mengungsi Meningkat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginformasikan bahwa pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, masih berlangsung hingga sekarang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Jumlah pengungsi akibat fenomena ini kini mencapai 2.453 jiwa, dengan kondisi yang semakin mendesak bagi mereka yang terpaksa meninggalkan rumah.

Detail Pengungsi dan Lokasi Pengungsian

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi terdiri dari 945 laki-laki dan 982 perempuan. Selain itu, angka ini juga mencakup kelompok rentan, dengan 220 lansia, tiga ibu hamil, dan 179 anak-anak.

Para pengungsi saat ini ditempatkan di delapan lokasi berbeda, termasuk fasilitas umum seperti Majelis Az Zikir wa Rotibain dan SD Negeri 2 Padasari. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang layak dan akses terhadap kebutuhan dasar bagi para korban.

BNPB bekerja hand in hand dengan pemerintah daerah setempat untuk menangani situasi darurat ini. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penanganan, tetapi juga dalam menyediakan logistik dan permakanan yang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota Dewan dan Perjuangan Masyarakat

Proses Pendataan dan Pemenuhan Kebutuhan

Abdul Muhari menyampaikan bahwa BNPB juga fokus pada pendataan bagi warga yang terkena dampak pergerakan tanah. Tujuan dari pendataan ini adalah untuk menentukan lokasi yang tepat bagi pembangunan hunian sementara para pengungsi.

Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Tegal turut terlibat dalam verifikasi dan pemutakhiran data. Langkah ini penting agar surat keputusan untuk kebutuhan hunian sementara dapat dikeluarkan dengan tepat.

Meski situasi darurat ini berlangsung, komunikasi dan koordinasi antar lembaga terus diperkuat agar penanganan efektif dapat terlaksana.

Asesmen dan Rencana Relokasi

BNPB juga memberikan bantuan kepada tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen kelayakan lahan hunian sementara. Proses ini penting agar lokasi relokasi yang akan ditentukan aman dan layak huni.

Asesmen dilakukan secara menyeluruh guna memastikan kondisi lingkungan serta potensi risiko yang mungkin dihadapi jika warga dipindahkan ke lokasi baru. Ini adalah langkah krusial untuk memastikan keberlanjutan program relokasi.

Dengan situasi pergerakan tanah yang masih terjadi, diharapkan program relokasi dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU