Hujan meteor merupakan salah satu fenomena astronomi yang menarik, menghadirkan pemandangan menakjubkan saat bintang jatuh menghiasi langit malam.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian
Fenomena ini terjadi ketika Bumi melewati jejak debu dan partikel kecil yang ditinggalkan oleh komet, memberikan pemahaman lebih dalam mengenai alam semesta.
Pengertian Hujan Meteor
Hujan meteor, atau yang biasa dikenal dengan meteor shower, adalah peristiwa saat banyak meteoroid memasuki atmosfer Bumi dan terbakar, menciptakan cahaya yang terlihat seperti bintang jatuh.
Fenomena ini biasanya terjadi pada waktu tertentu dalam setahun dan menarik perhatian banyak orang karena keindahannya.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Penyebab Terjadinya Hujan Meteor
Hujan meteor terjadi ketika Bumi melintasi jalur debu dan partikel kecil yang ditinggalkan oleh komet saat pergerakannya di orbit.
Setiap kali komet mendekati matahari, ia akan melepaskan partikel-partikel kecil yang kemudian menjadi meteoroid. Contohnya adalah hujan meteor Perseid yang muncul ketika Bumi melewati jalur debu dari komet Swift-Tuttle pada bulan Agustus.
Selain Perseid, fenomena serupa juga nampak pada hujan meteor lainnya, seperti Geminid dan Leonid, yang berasal dari komet yang berbeda.
Karakteristik Hujan Meteor
Setiap hujan meteor memiliki waktu puncak dan jumlah meteoroid yang bervariasi, dengan puncak hujan meteor biasanya berlangsung dari beberapa jam hingga beberapa malam.
Faktor luar seperti kondisi cuaca juga memengaruhi visibilitas hujan meteor. Jika langit tertutup awan, pemirsa tidak akan dapat menyaksikan fenomena ini, sementara kondisi langit yang cerah akan menghasilkan pengalaman pengamatan yang lebih baik.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: