Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:12 WIB

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Rapat Pimpinan TNI-Polri di Jakarta

Author

Presiden Prabowo Subianto Pimpin Rapat Pimpinan TNI-Polri di Jakarta

Presiden Prabowo Subianto menggelar taklimat penting untuk TNI dan Polri di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 9 Februari 2026. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 650 peserta dari kalangan militer dan kepolisian, serta sejumlah menteri.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Lokataru: Komnas HAM dan DPR Suarakan Kepedulian

Rapat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Diharapkan, kolaborasi ini dapat memperlancar pelaksanaan kebijakan keamanan oleh pemerintah.

Pelaksanaan Rapat Pimpinan

Rapat Pimpinan di Istana Kepresidenan Jakarta mengundang banyak perhatian dengan kehadiran Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ini menjadi salah satu momen penting untuk konsolidasi TNI-Polri dalam upaya menjaga stabilitas nasional.

Lebih dari 650 peserta ikut serta dalam rapat ini, termasuk para menteri yang memiliki peran strategis dalam pemerintahan. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk mencapai keberhasilan agenda pemerintah.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Momen Persiapan dan Evaluasi

Sebelum rapat dimulai, banyak menteri dan jenderal TNI yang telah hadir di Istana sejak pukul 09.15 WIB. Beberapa pejabat kunci, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, turut menghadiri kegiatan ini.

Jenderal Maruli menyatakan bahwa pengarahan ini merupakan rutinitas tahunan untuk mengevaluasi langkah-langkah yang akan diambil ke depan. Sementara Tito menambahkan bahwa pengarahan kepada TNI dan Polri adalah hal biasa untuk membahas tugas-tugas pertahanan dan keamanan.

Agenda Keamanan dan Kesiapan Menyambut Perayaan

Dalam pengarahan, Tito menyebutkan bahwa penting untuk melakukan evaluasi dari perayaan Natal dan Tahun Baru yang telah berlangsung aman. Hal ini menjadi salah satu fokus utama dalam menjaga keamanan saat perayaan besar.

Tito juga menekankan perlunya persiapan ekstra untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Dua momen ini kerap menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian lebih dalam segi keamanan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU