Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 02:52 WIB

Bagaimana Rasa Panik Dapat Menjerumuskan Seseorang ke Dalam Penipuan

Author

Bagaimana Rasa Panik Dapat Menjerumuskan Seseorang ke Dalam Penipuan

Di era digital sekarang ini, banyak individu terjebak dalam penipuan akibat rasa panik yang melanda. Ketika tekanan dan situasi mendesak muncul, pemikiran kita seringkali terpengaruh sehingga membuat keputusan ceroboh.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat

Rasa panik yang muncul dapat memperpendek waktu berpikir, sehingga orang lebih cenderung mengambil informasi tanpa memverifikasinya terlebih dahulu. Hal ini menciptakan peluang bagi penipu untuk memanfaatkan kondisi tersebut.

Memahami Psikologi di Balik Panik

Ketika menghadapi situasi mendesak seperti ancaman keamanan atau masalah finansial, otak kita bereaksi dengan cepat. Reaksi ini dikenal sebagai 'fight or flight response', di mana tubuh bersiap untuk menghadapi ancaman dengan segera.

Dalam kondisi darurat, banyak orang cenderung tidak berpikir jernih. Insting lebih dominan dibandingkan dengan logika, sehingga mereka mudah terjebak dalam tawaran yang tampak menjanjikan meskipun tidak realistis.

Psikolog Dr. Fatimah Sari menyatakan, "Saat panik, sistem saraf kita menunjukkan reaksi yang membuat kita sulit untuk memproses informasi dengan tepat." Ini dapat menghasilkan keputusan yang buruk dan berpotensi merugikan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Contoh Kasus Scam di Kalangan Masyarakat

Salah satu contoh nyata dari dampak panik adalah penipuan investasi online yang marak terjadi. Banyak korban yang terjerat hanya karena rasa khawatir akan kehilangan kesempatan yang dianggap menguntungkan.

Situs penipuan sering kali menawarkan imbal hasil yang sangat tinggi dalam waktu singkat, biasanya saat orang dalam keadaan tertekan. Tawaran ini sering datang pada saat individu sedang berada dalam kondisi tidak tenang.

Menurut data dari Cyber Crime Unit, laporan penipuan meningkat drastis selama ketidakpastian ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang tergoda untuk ikut serta dalam tren investasi yang sebenarnya adalah jebakan.

Cara Menghindari Scam Ketika Tertekan

Untuk mencegah terjebak dalam penipuan saat panik, penting bagi kita melakukan pengecekan sebelum membuat keputusan. Diskusi dengan orang lain dapat memberikan perspektif yang lebih jelas dan membantu dalam pengambilan keputusan.

Mengenali tanda-tanda penipuan juga sangat krusial. Tawaran yang tampak terlalu baik untuk menjadi kenyataan biasanya patut dicurigai. Jangan pernah memberikan informasi pribadi, seperti kata sandi atau nomor rekening, tanpa memverifikasi sumbernya terlebih dahulu.

Dr. Fatimah Sari kembali mengingatkan, "Ketika merasa panik, beri diri Anda waktu untuk bernafas dan berpikir. Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan yang dapat merugikan."

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU