Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 19:55 WIB

Kerajaan-Kerajaan yang Runtuh Akibat Perseteruan Internal

Author

Kerajaan-Kerajaan yang Runtuh Akibat Perseteruan Internal

Sejarah mencatat bahwa banyak kerajaan di Indonesia yang pernah mencapai kejayaannya, namun harus runtuh karena konflik internal yang berkepanjangan.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat

Kasus ini menunjukkan bahwa kekuasaan dapat terguncang tidak hanya oleh serangan dari luar, tetapi juga oleh masalah yang muncul dari dalam sendiri.

Kerajaan Majapahit dan Perpecahan Internal

Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar di Indonesia dengan sejarah yang sangat kaya. Setelah memimpin di bawah Hayam Wuruk, konflik mulai melanda antara para bangsawan di kerajaan tersebut.

Perpecahan antara kalangan istana dan mereka yang merasa terpinggirkan sangat memperlemah kekuasaan Majapahit. Ketidakjelasan suksesi dan kurangnya kepemimpinan yang tegas menyebabkan beberapa daerah memilih untuk memisahkan diri.

Krisis internal ini mengakibatkan kemunduran signifikan bagi Majapahit yang akhirnya harus menghadapi invasi dari kerajaan-kerajaan lain. Hal ini menjadi contoh jelas bagaimana konflik internal dapat mengikis kekuatan suatu kerajaan.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Senne Lammens

Kerajaan Sriwijaya dan Rivalitas Antar Bangsawan

Kerajaan Sriwijaya terkenal sebagai pusat perdagangan dan pendidikan pada masa kejayaannya. Namun, rivalitas antar bangsawan di dalam kerajaannya menimbulkan ketegangan yang berkepanjangan.

Persaingan ini seringkali berakar dari ketidakpuasan terhadap distribusi kekuasaan dan kesenjangan ekonomi yang terjadi di antara mereka. Keterbatasan sumber daya juga memperburuk situasi ini.

Dengan banyak daerah yang berpindah kesetiaan, Sriwijaya mulai kehilangan kendali atas wilayah strategis. Dalam situasi yang rentan ini, serangan dari luar pun semakin mengancam, menyebabkan jatuhnya kerajaan tersebut.

Kerajaan Mataram dan Perselisihan Keluarga

Kerajaan Mataram memiliki sejarah panjang yang dipenuhi oleh perselisihan internal, terutama yang melibatkan anggota keluarga. Perebutan kekuasaan antara dua pangeran yang bersaudara merupakan isu sentral di sini.

Konflik ini sering memicu ketegangan dalam suksesi, di mana satu pihak berupaya mengambil alih tampuk kepemimpinan, sementara yang lain berjuang mempertahankan posisinya. Pertikaian ini menciptakan instabilitas yang signifikan dalam pemerintahan.

Ketika Mataram berada dalam keadaan lemah, kerajaan-kerajaan tetangganya mulai melakukan invasi, mengubah tatanan yang telah mapan dan berkontribusi pada kemunduran Mataram.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU