Kementerian Sosial (Kemensos) berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) mengembangkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia dan penyandang disabilitas di Indonesia.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa upaya ini mencakup koordinasi intensif agar program dapat dilaksanakan dengan efisien dan tepat sasaran.
Detail Program Makan Bergizi Gratis
Program MBG ini menargetkan lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendiri, dengan harapan dapat meningkatkan asupan gizi yang mereka butuhkan.
Menurut Menteri Sosial, pembahasan program ini melibatkan berbagai pihak dan dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan efektivitasnya.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan berfungsi dalam menyiapkan makanan bergizi, yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi anak-anak sekolah.
Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Proses Penyaluran dan Data Penerima
Penyaluran program Makan Bergizi Gratis ini akan didasarkan pada data yang disusun oleh Kementerian Sosial, dengan dukungan dari pemerintah daerah.
Setelah asesmen dilakukan, data penerima akan diserahkan kepada kepala daerah untuk mendapatkan persetujuan dan kemudian dikirim ke Badan Gizi Nasional.
Dengan melalui langkah-langkah ini, diharapkan program dapat tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan gizi penyandang disabilitas dan lansia.
Peran Caregiver dalam Program
Kementerian Sosial juga menegaskan pentingnya adanya caregiver atau pengasuh terlatih dalam pelaksanaan program ini.
Pelatihan bagi caregiver dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan daerah, untuk menjamin kualitas layanan yang diberikan.
Distribusi makanan akan dilakukan oleh petugas pengantar langsung ke rumah penerima, sehingga memudahkan akses bagi mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: