Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 6% pada tahun 2026. Ia percaya, pertumbuhan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun setelahnya.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Pertama Campuran AS-Indonesia di MLS
Dalam pandangannya, kondisi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya membuat target tersebut semakin realistis dan dapat dicapai.
Optimisme terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Purbaya menyampaikan pernyataannya dalam acara Indonesia Economic Summit yang diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta. Ia mengungkapkan harapannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kisaran 6% hingga 7%.
Dengan berambisi mencapai 'Tahun ini 6%, tahun depan 6,5%, seterusnya dekat dengan 7%, 2029 pertumbuhan menjadi 8%, jika saya masih di sini,' ia menunjukkan langkah konkret Kementerian Keuangan dalam pertumbuhan jangka panjang.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Strategi Pembangunan dari Sektor Pemerintah dan Swasta
Purbaya menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan, di era kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sektor swasta menjadi pendorong utama pertumbuhan, sementara sekarang, peran pemerintah lebih dominan.
"Dengan itu saja, meningkatkan pertumbuhan sekitar 6% itu mudah. Menurut saya, pertumbuhan sekitar 6% tidak begitu sulit," jelasnya, menambahkan optimisme dalam mencapai target itu.
Fokus pada Investasi Asing Langsung
Purbaya percaya, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 6-7%, akan ada aliran investasi asing langsung yang signifikan. Ia berkomentar, 'Saya tidak ingin pergi ke mereka dan meminta (investasi), pada saat yang sama kondisi ekonomi kami tidak baik.'
Ia menjelaskan, menarik investor akan lebih efektif jika kondisi ekonomi dalam situasi yang solid. Ini menunjukkan pentingnya pondasi yang kuat sebelum melakukan promosi kepada para investor asing.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: