Menjelang bulan puasa, banyak orang yang mulai bersiap menghadapi tantangan ibadah ini, terutama bagi mereka yang hidup dengan penyakit kronis.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Konsultasi dengan dokter menjadi hal yang tidak boleh terlewatkan, demi menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi selama menjalani puasa.
Pentingnya Konsultasi Medis
Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung membutuhkan perhatian khusus saat berpuasa. Mengabaikan saran medis dapat menyebabkan masalah serius dalam kesehatan.
Dokter memiliki peran penting dalam memberikan penilaian kesehatan dan merekomendasikan apakah puasa aman dilakukan. Mereka juga dapat memberi arahan mengenai perubahan diet yang mungkin diperlukan selama bulan puasa.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Eko Patrio: Polisi Komitmen Ungkap Pelaku
Risiko Puasa bagi Penderita Penyakit Kronis
Penderita penyakit kronis berisiko mengalami dehidrasi, fluktuasi kadar gula darah, dan peningkatan tekanan darah saat berpuasa. Tanpa pemantauan yang ketat, risiko ini dapat berujung pada komplikasi serius.
Bagi penderita diabetes, memantau kadar gula darah secara rutin menjadi suatu keharusan. Kondisi gula darah yang tidak stabil, baik terlalu rendah atau tinggi, dapat memiliki konsekuensi serius.
Rekomendasi dari Dokter
Berdasarkan kondisi kesehatan pasien, dokter dapat memberikan estimasi waktu puasa yang aman untuk dilakukan. Mereka mungkin juga merekomendasikan penggunaan obat yang tidak mengganggu jadwal puasa.
Bagi mereka yang dinyatakan tidak dapat melakukan puasa, alternatif seperti mengganti puasa di hari lain atau melakukan ibadah lain juga dapat dipertimbangkan. Semua ini dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah kondisi memburuk.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: