Rambut beruban, yang sering dianggap sebagai tanda penuaan, kini bisa mendapatkan harapan baru setelah penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan pemulihan warna rambut secara alami.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Terkait Kecelakaan Maut Ojol
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menyimpulkan bahwa gangguan pada sel punca melanosit menjadi penyebab utama rambut beruban.
Faktor Penyebab Rambut Beruban
Dalam studi ini, ilmuwan menemukan bahwa sel punca melanosit (McSCs) mengalami kelelahan, yang membuat mereka terperangkap di folikel rambut.
Sel-sel ini seharusnya berfungsi dengan fleksibel untuk memproduksi pigmen warna rambut, namun dengan bertambahnya usia, kemampuan mereka untuk bergerak semakin menurun.
Terjebaknya sel-sel ini menyebabkan produksi pigmen berkurang, sehingga rambut yang tumbuh menjadi berwarna putih atau abu-abu.
Relevansi Penelitian Bagi Manusia
Meskipun penelitian ini dilakukan pada tikus, peneliti meyakini bahwa mekanisme serupa juga dapat diterapkan pada manusia.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Qi Sun, peneliti utama mengungkapkan, "Mekanisme baru ini meningkatkan kemungkinan bahwa posisi sel punca melanosit yang 'macet' juga terjadi pada manusia."
Pernyataan ini menunjukkan adanya potensi untuk memperkenalkan metode pengobatan yang lebih alami dan efektif ketimbang teknologi pewarnaan rambut saat ini.
Harapan untuk Terapi Masa Depan
Tim peneliti berencana untuk mengembangkan terapi yang dapat mengembalikan mobilitas sel McSCs sehingga dapat berfungsi kembali.
Jika keberhasilan dalam memindahkan sel-sel yang terjebak ini dapat tercapai, kemungkinan untuk menemukan pengobatan efektif yang dapat menghentikan uban tidak lagi sekadar impian.
"Jika sel-sel yang macet itu bisa dibantu untuk bergerak lagi di antara kompartemen folikel rambut, ini berpotensi membalikkan atau mencegah uban pada manusia," jelas Sun.
Melalui penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat mendapatkan wawasan lebih mendalam tentang mekanisme ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: