Bulan Ramadan adalah waktu yang sakral bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa, termasuk di antaranya mereka yang berjuang dengan penyakit maag dan GERD.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Mempertahankan pola makan dan kesehatan selama puasa sangat krusial untuk mencegah masalah pencernaan.
Persiapan Sebelum Berpuasa
Sebelum berpuasa, mempersiapkan tubuh dengan baik adalah hal yang penting. Waktu sahur sangat ideal untuk mengonsumsi makanan sehat yang membantu menstabilkan sistem pencernaan.
Makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan, serta protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit sangat dianjurkan. Sebaiknya hindari makanan pedas, asam, dan berlemak yang bisa memicu gejala penyakit.
Mengonsumsi cukup air di malam hari setelah berbuka adalah hal yang penting untuk menghindari dehidrasi saat berpuasa. Sebaiknya juga menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh, karena dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026
Saat Berbuka Puasa
Ketika tiba waktu berbuka, penting untuk tidak langsung mengonsumsi makanan berat. Sebagai langkah awal, dianjurkan untuk memulai dengan makanan ringan seperti kurma.
Setelah beberapa waktu, barulah diikuti dengan makanan berat. Hindari makanan yang menyebabkan gas dan kembung, seperti gorengan atau makanan tinggi gula.
Pengaturan porsi makan juga sangat krusial. Lebih baik makan dalam porsi kecil tetapi sering, daripada langsung banyak sekaligus, agar sistem pencernaan tidak terbebani.
Pengaturan Waktu Jeda Makan
Mengatur jeda waktu antara sahur dan berbuka sangat penting. Setelah makan malam, sebaiknya tidak langsung tidur, karena hal itu dapat meningkatkan risiko refluks asam.
Melakukan kegiatan ringan seperti jalan kaki setelah makan dapat membantu proses pencernaan. Sebaiknya hindari aktivitas berat agar tidak mengganggu sistem pencernaan.
Jika mengalami masalah pencernaan selama puasa, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar mendapatkan arahan yang tepat sesuai kondisi kesehatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: