Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, baru saja mengumumkan rencana pemasangan tiga pompa stasioner di Daan Mogot, Cengkareng, untuk mengatasi banjir. Langkah ini diambil untuk menghadapi persoalan banjir yang kerap melanda daerah tersebut meski curah hujan tidak terlalu tinggi.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek yang efektif dalam mengurangi dampak genangan air yang mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat. Mengingat posisi geografis Daan Mogot yang rawan banjir, inovasi ini dinilai sangat penting bagi ketahanan infrastruktur kawasan.
Penyebab Banjir di Daan Mogot
Daan Mogot Km 13 di Cengkareng sering terkena banjir, dan Gubernur Pramono Anung menyatakan lokasi ini memiliki ketinggian yang lebih rendah dibanding permukaan sungai Mookervart. Hal ini membuat kawasan tersebut sangat rentan terhadap banjir, bahkan saat curah hujan kecil.
Masalah ini mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan menjadi tantangan serius bagi pihak berwenang dalam menyelesaikan krisis air yang berkepanjangan. Sebagai contoh, Pramono menegaskan, “Jadi diapakan saja kalau kemudian hujan, curah hujan enggak perlu sampai 200, 100 saja tempat ini pasti sudah banjir.”
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Strategi Pemasangan Pompa
Sebagai langkah solutif, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merencanakan pemasangan tiga pompa stasioner di KM 13, KM 13A, dan KM 13B. Gubernur Pramono menjelaskan pentingnya pompa stasioner ini untuk meningkatkan kapasitas penanganan air.
Berbeda dengan pompa mobile yang sebelumnya digunakan, pompa stasioner ini akan memiliki kapasitas jauh lebih besar, mencapai 7.000 liter per detik. “Kalau dulu di tempat ini hanya ada kurang lebih 1.000 liter per detik dan itupun mobile. Sekarang dengan pompa stasioner yang tetap akan ada di sini kapasitasnya menjadi tujuh kali kurang lebih 7.000 liter per detik,” tukas Pramono.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Gubernur Pramono berharap pemasangan pompa ini dapat segera menawarkan solusi konkret bagi masalah banjir. Hal ini tidak hanya bertujuan mengatasi genangan air, tetapi juga untuk mempertahankan kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menanggulangi berbagai masalah yang berkaitan dengan infrastruktur dan pelayanan publik. Rencana ini menunjukkan perhatian serius pemerintahan dalam menghadapi isu sosial yang sudah lama mengganggu kehidupan masyarakat Jakarta.
Baca juga: Sherina Munaf Menyelamatkan Kucing di Tengah Kontroversi Perampokan Rumah Uya Kuya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: