Senin, 02 FEBRUARI 2026 • 22:16 WIB

Tim SAR Terus Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat, 83 Jenazah Ditemukan

Author

Tim SAR Terus Evakuasi Korban Longsor Bandung Barat, 83 Jenazah Ditemukan

Tim SAR masih aktif mencari dan mengevakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga hari ke-10, jumlah kantung jenazah yang berhasil ditemukan telah mencapai 83.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan dukungan 3.675 personel, 17 unit excavator, dan 22 ekor anjing pelacak, upaya pencarian tetap diprioritaskan dengan keselamatan di lapangan sebagai hal utama.

Detail Operasi Pencarian

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menegaskan bahwa keselamatan personel adalah fokus utama dalam operasi pencarian. 'Memasuki hari ke-10, kegiatan pencarian dan evakuasi terus dilaksanakan dengan fokus utama keselamatan personel,' ujarnya.

Dalam pencarian kali ini, tim berhasil menemukan tujuh bodypack yang tersebar di beberapa titik berbeda, menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan. Temuan ini menggambarkan kemajuan signifikan dalam pencarian di seluruh area.

Ade juga menyampaikan bahwa terdapat satu korban yang ditemukan dalam lebih dari satu bodypack, meskipun identitasnya tunggal. 'Jumlah bodypack yang ditemukan memang melebihi daftar pencarian,' katanya.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Identifikasi Korban

Hingga pukul 16.20 WIB pada 2 Februari 2026, proses identifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) telah dilakukan terhadap 63 bodypack. Dari jumlah tersebut, 61 korban telah teridentifikasi.

Dari korban yang teridentifikasi, 45 orang sesuai dengan daftar pencarian 80 korban yang dilaporkan warga. Sementara itu, terdapat 14 korban yang tidak tercantum dalam daftar pencarian, yang diduga berasal dari anggota Marinir.

Dua korban ditemukan adalah warga luar daerah yang sedang menginap di rumah kerabat. 'Dengan kondisi ini, masih terdapat 35 korban yang belum dipastikan identitasnya,' jelas Ade.

Proses Evakuasi dan Keselamatan

Tim SAR gabungan terus menerapkan kehati-hatian selama proses evakuasi, khususnya mengingat medan yang labil dan potensi hujan. Prosedur penanganan jenazah diperketat demi mengurangi risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Ade menegaskan bahwa seluruh petugas diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) dalam pelaksanaan tugas. 'Seluruh petugas wajib menggunakan hazmat, masker, dan sarung tangan panjang,' imbuhnya.

Sebelum bertugas, petugas juga diwajibkan untuk menerima vaksin tetanus sebagai langkah pencegahan lebih lanjut terkait kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU