Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, mendorong investor untuk tetap aktif membeli saham meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penurunan yang signifikan saat ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Ia berpendapat bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi pada saham dengan valuasi dan fundamental yang kuat.
Peluang di Tengah Ketidakpastian Pasar
Pandu Sjahrir mencatat bahwa meskipun aktivitas perdagangan saham menurun, sentimen pasar positif masih dapat dilihat dari aksi beli bersih oleh investor asing.
Koreksi harga terjadi, terutama pada saham dengan valuasi tinggi yang sebelumnya kurang diminati, namun beberapa emiten masih mengalami pembelian bersih.
Ia mengungkapkan, 'Kalau dilihat saham-saham yang fundamental itu mengalami malah net buy dan positif.', menunjukkan ada kepercayaan pada emiten yang memiliki fundamental kuat.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Mengutamakan Investasi Jangka Panjang
Pandu menekankan pentingnya fokus pada investasi jangka panjang bagi para investor.
Dia menegaskan, 'Kita harus lihat balik ke fundamental, ke valuasi, kita harus membeli juga melihat saham-saham,' yang menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih matang dalam berinvestasi.
Calon investor diharapkan tidak hanya melihat pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi juga memikirkan prospek saham di jangka menengah hingga panjang.
Perkembangan Terkini di Bursa Efek Indonesia
Di hari yang sama, Pandu menghadiri pertemuan yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Pertemuan daring ini bertujuan untuk menyelesaikan berbagai isu, termasuk transparansi kepemilikan saham dan tata kelola free float emiten di Indonesia.
Diskusi ini juga mencakup pentingnya meningkatkan kepercayaan pasar terhadap emiten yang terdaftar di BEI.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: