Harga emas mengalami penurunan signifikan di penutupan perdagangan terbaru di New York, mencapai USD 4.730,58 per troy ounce dengan penurunan 3,15 persen atau setara dengan 163,65 poin.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa harga emas bergerak dalam kisaran USD 4.586,44 hingga USD 4.885,01 per troy ounce selama sehari perdagangan.
Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas ini dianggap sebagai koreksi setelah beberapa tahun mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Lonjakan harga sebelumnya banyak dipicu oleh aksi beli besar-besaran dari bank sentral yang beralih ke emas sebagai alternatif dari dolar AS.
Selain itu, investor global semakin menempatkan emas sebagai aset aman saat nilai mata uang mengalami penurunan. Konsolidasi saat ini menjadi titik perhatian bagi para investor untuk menilai kembali strategi investasi mereka.
Kedatangan aktivitas spekulatif yang meningkat dari China juga berkontribusi pada lonjakan harga emas, meskipun saat ini tren menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Pengaruh Geopolitik terhadap Harga Emas
Ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran akan independensi The Federal Reserve menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar emas. Situasi yang muncul dari berbagai konflik, mulai dari Venezuela hingga Iran, turut mendorong volatilitas harga emas.
Jay Hatfield, Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors, menjelaskan bahwa 'Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental.'
Kondisi ini mendorong lebih banyak investor mencari perlindungan di logam mulia, menciptakan demam pembelian yang terlihat dari aktivitas pasar yang meningkat.
Permintaan dan Aktivitas di Pasar Perak
Dalam perkembangan terpisah, pasar perak menunjukkan pergerakan harga yang jauh lebih dramatis dibandingkan dengan emas, dengan volume tahunan mencapai USD 98 miliar. Hal ini mencetak kontras yang mencolok jika dibandingkan dengan nilai pasar emas yang mencapai USD 787 miliar.
Pada hari Jumat, iShares Silver Trust, dana yang berbasis di perak, mencatatkan volume perdagangan lebih dari USD 40 miliar, sebuah indikator antusiasme tinggi dari para investor.
Sperzel dari Heraeus mengungkapkan, 'Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya.'
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: