Jumat, 30 JANUARI 2026 • 15:30 WIB

Drama Evakuasi Seorang Remaja Terperosok ke Sumur di Semarang

Author

Drama Evakuasi Seorang Remaja Terperosok ke Sumur di Semarang

Kejadian mengejutkan terjadi di Mijen, Semarang ketika remaja berusia 17 tahun jatuh ke dalam sumur sedalam 16 meter. Proses evakuasi yang berlangsung selama tujuh jam melibatkan petugas pemadam kebakaran dan situasi menjadi semakin dramatis saat korban memberontak.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Remaja berinisial SFP mengalami gangguan jiwa yang sudah berlangsung sejak masa sekolah menengah pertama. Keluarga dan warga setempat berjuang keras untuk menolongnya, namun banyak tantangan yang harus dihadapi.

Latar Belakang Insiden

Peristiwa tersebut berlangsung di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo. Korban, remaja berinisial SFP, jatuh ke dalam sumur sambil orangtuanya memanggil dokter dari puskesmas setempat.

Ponirah, nenek korban, menjelaskan bagaimana SFP berlari ke dalam sumur ketika mengetahui ada dokter. "Tahu ada dokter datang, cucu saya lari meski udah di pegang bapaknya tapi lepas dan tahu tahu udah di dalam sumur," ungkapnya.

Hasil informasi dari Lurah Wonolopo, Rina Sugimurwani, mengungkapkan bahwa SFP telah beberapa hari tidak mengonsumsi obat untuk gangguan jiwanya.

Baca juga: Inovasi Dolby Vision 2: Pengalaman Menonton yang Lebih Hidup

Proses Evakuasi yang Sulit

Awalnya, warga berusaha mengevakuasi SFP sendiri, namun melihat kondisinya yang cemas, mereka meminta bantuan petugas pemadam kebakaran. Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti, mengatakan tim segera dikerahkan setelah menerima laporan.

Selama evakuasi, petugas mengalami banyak kendala. Dalam upaya membujuk SFP untuk naik, korban sempat menyerang salah satu anggota tim disebabkan ketakutannya.

Kondisi berat badan korban yang mencapai 100 kilogram dan kedalaman sumur 16 meter memaksa petugas bekerja dengan hati-hati, ditambah hujan membuat situasi semakin sulit.

Metode Ekstrem untuk Menyelamatkan Korban

Setelah tujuh jam berjuang, petugas terpaksa memilih metode ekstrem untuk menyelamatkan SFP. "Berbagai metode kita lakukan dan udah menjelang malam, kita pilih cara yang ekstrem, korban kita kasih pelampung dan kita pasang tali kemudian kita isi air kedalam sumur," kata Ade.

Dua mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memasukkan air ke dalam sumur, memungkinkan SFP untuk dinaikkan ke permukaan.

Akhirnya, setelah melewati berbagai upaya, SFP berhasil dievakuasi dengan selamat pada sore hari. Keluarga dan masyarakat setempat mengapresiasi kerja keras petugas dalam situasi yang mendesak.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU