Kamis, 29 JANUARI 2026 • 12:54 WIB

Erupsi Gunung Semeru: Tinggi Letusan Capai 700 Meter, Warga Diimbau Waspada

Author

Erupsi Gunung Semeru: Tinggi Letusan Capai 700 Meter, Warga Diimbau Waspada

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Kamis, 29 Januari 2026, dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak. Kejadian ini tercatat sekitar pukul 07.20 WIB dan diamati oleh petugas pengamatan.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Mukdas Sofian, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, mengungkapkan kolom letusan dijumpai mencapai 4.376 meter di atas permukaan laut, dengan abu berwarna putih hingga kelabu yang menyebar ke arah tenggara.

Rincian Erupsi Semeru

Erupsi pertama Gunung Semeru terjadi pukul 04.47 WIB dengan tinggi kolom letusan sebesar 500 meter di atas puncak. Kolom abu pada saat itu juga berwarna kelabu, dan teramati memiliki intensitas tebal ke arah tenggara.

Seismograf mencatat amplitudo maksimum 20 mm selama 123 detik, menunjukkan potensi aktivitas vulkanik yang signifikan.

Setelah erupsi kedua yang lebih hebat, Mukdas Sofian mengingatkan agar masyarakat tetap waspada. "Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru," tegasnya.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Status Aktivitas dan Rekomendasi bagi Masyarakat

Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru berada di Level III (Siaga) berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta untuk menjauhi radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini untuk mencegah dampak dari awan panas dan aliran lahar.

Dengan status ini, antisipasi dari potensi bahaya sangat diperlukan untuk keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan.

Antisipasi dan Waspada terhadap Bahaya Lainnya

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Petugas juga menyarankan agar warga tetap waspada terhadap potensi lahar dari sungai kecil di bawah lereng Semeru, seperti daerah Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Pentingnya kewaspadaan ini bertujuan untuk menghindari dampak yang tidak diinginkan dari aktivitas vulkanik yang dapat terjadi kapan saja.

Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU