Jakarta kembali dilanda banjir, kali ini meliputi sejumlah wilayah di Jakarta Timur dan Jakarta Barat, dengan 17 RT tercatat terendam air. Dua ruas jalan utama juga mengalami genangan yang parah, menambah kesulitan bagi masyarakat setempat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Menurut laporan dari BPBD DKI Jakarta pada Kamis, 29 Januari 2026, banjir ini disebabkan oleh curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung. Kejadian ini menciptakan tantangan baru bagi aktivitas warga sehari-hari.
Rincian Genangan Air di Jakarta Timur
Di Jakarta Timur, banjir mengepung 14 RT yang tersebar di beberapa kelurahan, seperti Kelurahan Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan. Ketinggian air di wilayah ini bervariasi antara 110 hingga 150 cm.
Kondisi ini jelas menggangu aktivitas warga, dengan BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa luapan air menyebabkan gangguan dalam transportasi. Warga dituntut untuk tetap waspada dan mengikuti imbauan dari pihak berwenang demi keselamatan.
Genangan air ini menggambarkan tantangan baru di tengah cuaca ekstrem yang melanda Jakarta. Banyak warga yang harus menyesuaikan rutinitas mereka dan menghindari lokasi-lokasi yang terendam.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Situasi Banjir di Jakarta Barat
Sementara itu, di Jakarta Barat, tiga RT terdampak, khususnya di Kelurahan Kedoya Selatan, dengan ketinggian air mencapai 30 cm. Masyarakat di kawasan ini diingatkan akan potensi banjir lebih lanjut.
Curah hujan yang terus berlanjut semakin meningkatkan kekhawatiran warga mengenai kondisi ini. BPBD memberikan perhatian khusus pada daerah ini untuk melakukan pemantauan dan penanganan.
Warga diminta untuk tetap tenang meski situasi ini cukup menggundah. Upaya dari pihak pemerintah diharapkan bisa meringankan dampak yang dirasakan masyarakat.
Ruas Jalan yang Tergenang
Dua ruas jalan di Jakarta juga terendam, yaitu Jalan Raden Inten II di Kelurahan Duren Sawit dan Jalan Cileduk Raya di Kelurahan Cipulir. Genangan air bervariasi, di mana Jalan Raden Inten II mencapai 25 cm, sementara Jalan Cileduk Raya mencatat 10 cm.
Salah satu dampak dari genangan ini adalah kesulitan yang dihadapi oleh kendaraan yang melintas. BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan untuk mengurangi dampak banjir ini.
Kepada warga yang harus bepergian di area tersebut, dihimbau untuk lebih berhati-hati dan menghindari jalur-jalur yang terendam air.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: