TNI Angkatan Laut mengalami kehilangan besar dengan gugurnya 23 Prajurit Jalasena dari Korps Marinir akibat bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation: Tuduhan Provokasi Anarkis
Insiden yang terjadi saat latihan Pratugas mencerminkan risiko nyata yang dihadapi prajurit saat melaksanakan tugas mereka di tengah cuaca ekstrem.
Detail Kejadian dan Upaya Evakuasi
Bencana longsor di Cisarua terjadi pada Sabtu (24/01) dan menyebabkan kepanikan di kalangan prajurit yang sedang menjalani latihan. Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan segera diturunkan untuk mencari korban.
Sejak akhir pekan lalu, hingga Rabu (28/01), tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah prajurit. 'Hingga hari ini, tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit,' ujar Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan tertulisnya.
Di antara prajurit yang dievakuasi adalah Serda Marinir Sidiq Hariyanto dan Praka Marinir Muhammad Koriq, yang selanjutnya telah dibawa pulang ke daerah asal mereka untuk dimakamkan secara militer.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Dukungan dan Sumber Daya yang Diterjunkan
TNI AL mengerahkan sekitar 200 personel Marinir serta berkolaborasi dengan berbagai institusi untuk mempercepat proses evakuasi. Operasi pencarian melibatkan alat modern seperti drone, sensor thermal, anjing pelacak, dan alat berat untuk menyisir area longsor.
Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menekankan peran vital prajurit dalam misi mereka, 'Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi.'
Penggunaan teknologi canggih dalam operasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pencarian korban yang hilang.
Komitmen TNI AL kepada Keluarga Korban
TNI AL berkomitmen untuk memenuhi semua hak prajurit yang gugur serta keluarga mereka secara lengkap. 'TNI AL menjamin seluruh hak para prajurit yang gugur dan keluarga akan dipenuhi sepenuhnya,' ungkap pernyataan resmi TNI AL.
Komitmen ini mencakup pemberian santunan dan beasiswa bagi anak-anak korban hingga tingkat pendidikan tinggi. Selain itu, TNI juga menyediakan kesempatan bagi keluarga korban untuk bergabung sebagai prajurit TNI/TNI AL, serta pendampingan psikologis.
Langkah-langkah tersebut menunjukkan perhatian dan tanggung jawab institusi terhadap keluarga yang ditinggalkan di tengah tragedi ini.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: