Sersan Dua Heri, seorang prajurit TNI, telah menerima hukuman disiplin setelah terlibat dalam tuduhan terhadap Suderajat, seorang pedagang es gabus, di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan
Evaluasi internal menunjukkan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar, dan hasil pemeriksaan laboratorium mengkonfirmasi bahwa produk yang dijual Suderajat aman untuk dikonsumsi.
Kronologi Insiden yang Menimpa Suderajat
Insiden ini bermula pada Sabtu, 24 Januari 2026, ketika Suderajat, 49 tahun, yang berasal dari Depok, mengalami kekerasan fisik setelah dituduh menjual es gabus berbahan spons oleh sekelompok orang yang diduga aparat TNI dan Polri.
Pada pagi hari, Suderajat berangkat ke Kemayoran dengan membawa es gabus dari pabrik kecilnya dan mulai berjualan di sekitar sekolah.
Sekitar pukul 10.00 WIB, tuduhan yang menyebutkan bahwa produk yang dijualnya mengandung racun tersebut datang dan memicu tindak kekerasan, dengan beberapa orang melempar bagian makanan hingga menyebabkan luka di wajahnya.
Sementara Suderajat berusaha menjelaskan bahwa produknya terbuat dari bahan yang aman, penjelasannya tidak diindahkan, bahkan ia menjadi korban pemukulan.
Langkah TNI Menanggapi Insiden
Brigjen TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, menilai situasi ini sebagai kesalahpahaman antara aparat keamanan dan masyarakat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan Anggota Mulai 2025, Ini Tuntutan Masyarakat
Dandim Kodim 0501/Jakarta Pusat sedang melakukan evaluasi internal dan memastikan hukuman disiplin bagi Sersan Dua Heri yang terlibat, serta penjelasan tentang penerapan jam komandan.
Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa es gabus yang dijual oleh Suderajat aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
TNI telah melakukan langkah komunikasi dengan mendatangi Suderajat untuk meminta maaf dan menawarkan bantuan berupa peralatan usaha.
Dukungan untuk Pemulihan Suderajat dan Hubungan Masyarakat
Kodim 0501/Jakarta Pusat menawarkan bantuan berupa kulkas, dispenser, dan kasur spring bed untuk mendukung usaha Suderajat pasca insiden.
Usaha ini merupakan langkah untuk meredakan ketegangan dan memberikan dukungan kepada warga yang terdampak akibat kesalahpahaman ini.
Pada pertemuan Selasa malam, pihak TNI berharap dapat memperbaiki hubungan dan membangun kembali kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
Peristiwa ini menjadi refleksi penting dalam interaksi antara aparat dan pedagang kecil, menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk menghindari kesalahpahaman di masa depan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: