Seorang pria asal Belarusia, Pisarenka Pavel, menjadi viral setelah keributan di Pantai Lovina, Bali, baru-baru ini. Insiden ini berujung pada penangkapannya oleh pihak kepolisian saat sedang dalam proses administrasi keimigrasian.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dikonfirmasi dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Pada 27 Januari 2026, Pavel, yang berusia 31 tahun, mengacungkan jari tengah saat diserahkan kepada Imigrasi Singaraja, tindakan yang menambah kontroversi terhadap keberadaannya sebagai wisatawan.
Kejadian di Hotel Rumi Bumi Lovina
Keributan tersebut dimulai di Hotel Rumi Bumi Lovina ketika pihak hotel menerima keluhan mengenai gangguan dari tamu asal Belarusia. Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, petugas segera bertindak setelah mendapatkan laporan.
Petugas menemukan Pavel di area pantai dan mencoba melakukan pendekatan persuasif. Namun, Pavel diketahui sulit untuk dikendalikan dan terus berperilaku mengganggu.
Yohana menyatakan, 'Yang bersangkutan berbicara dengan nada tinggi dan mengeluarkan ucapan yang membuat pihak hotel merasa tidak nyaman.' Meskipun tidak ada kerusakan pada properti hotel, suasana tetap tegang akibat perilakunya.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Permintaan Tanpa Pembayaran
Setelah insiden awal, Pavel kembali ke hotel dalam keadaan emosional, mengajukan permohonan untuk menikmati kopi dan sarapan tanpa niat untuk membayar. Meskipun pihak hotel awalnya memenuhi permintaannya, mereka menolak untuk memperpanjang masa inapnya.
Penolakan tersebut berakar dari kekhawatiran pihak hotel terhadap ketertiban tamu yang lain. Hal ini menyebabkan ketegangan yang lebih dalam antara Pavel dan petugas hotel.
Polisi pun mengambil langkah untuk memberikan waktu kepada Pavel untuk meninggalkan hotel. Tindakan ini dilakukan guna mencegah eskalasi keributan yang lebih serius di lokasi.
Tindakan Hukum dan Proses Selanjutnya
Setelah insiden di hotel, Pavel dilaporkan oleh warga setempat karena tidak membayar saat berbelanja di sebuah warung. Pihak kepolisian menanggapi laporan tersebut dan menangkapnya, lalu membawanya ke Polres Buleleng.
Yohana menjelaskan bahwa dokumen keimigrasian Pavel lengkap, tetapi jika ditemukan unsur pidana dalam kelakuannya, proses hukum lebih lanjut dapat dilakukan. Sebuah langkah yang dilakukan untuk menjaga ketertiban umum.
Dengan kejadian ini, pihak kepolisian menunjukkan komitmennya untuk menjaga ketertiban serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan di sekitar Lovina.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: