Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memberikan peringatan tegas soal bahaya dinitrogen oksida, dikenal sebagai 'gas tertawa'. Peringatan ini muncul seiring meningkatnya kasus penyalahgunaan zat berbahaya ini yang banyak dibahas di media sosial.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Komjen Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI, mengingatkan meskipun efek euforinya singkat, bahaya yang ditimbulkan bisa berdampak fatal bahkan bersifat permanen.
Bahaya Dinitrogen Oksida untuk Kesehatan
Dinitrogen oksida (N2O) merupakan gas tak berwarna yang tidak mudah terbakar. Menurut Suyudi, gas ini mempunyai sedikit aroma dan rasa manis ketika dihirup.
Disebut 'gas tertawa' karena efeknya yang bisa menyebabkan perasaan menyenangkan mirip euforia, namun efek tersebut hanya bertahan sementara.
Di luar konteks medis, N2O sering disalahgunakan untuk mencapai relaksasi atau halusinasi ringan, yang dapat berujung pada konsekuensi kesehatan yang serius.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Risiko Kesehatan Akibat Penyalahgunaan N2O
Suyudi menjelaskan banyak risiko kesehatan yang muncul akibat penyalahgunaan N2O, termasuk kekurangan oksigen dan kerusakan saraf hingga kematian.
Penyalahgunaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen dan kekurangan vitamin B12 yang parah, berpotensi meningkatkan risiko masalah kesehatan yang lebih serius.
"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen (hipoksia)," tegasnya.
Langkah Preventif Terhadap Penyalahgunaan N2O
Suyudi menekankan pentingnya kewaspadaan dan edukasi bagi masyarakat dan keluarga untuk menghindari penyalahgunaan N2O. Ia menyarankan orang tua agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak dan remaja.
Jika masyarakat menemukan praktik penjualan atau penggunaan N2O yang mencurigakan, mereka diminta untuk segera melapor ke BNN melalui layanan telepon 184 atau menghubungi pihak kepolisian.
Ia juga mendorong dukungan bagi anggota keluarga yang terlibat dalam penyalahgunaan zat dengan menghubungi layanan konseling dan rehabilitasi BNN yang bersifat rahasia dan gratis.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: