Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklarifikasi tentang ancaman dari Imanuel Ebenezer, yang dikenal dengan nama Noel, mengenai kemungkinan dirinya akan 'di-Noel-kan'. Ia menegaskan bahwa integritasnya sebagai Bendahara Negara tidak terpengaruh oleh klaim tersebut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Dalam responnya, Purbaya menegaskan bahwa ia tidak menerima suap seperti yang dituduhkan kepada Noel, yang kini menjadi tersangka dalam kasus pemerasan.
Pernyataan Purbaya mengenai Ancaman dan Integritas
Di dalam pernyataannya di Jakarta, Purbaya mengungkapkan kebingungannya mengenai pernyataan Noel. Ia menekankan bahwa gaji yang diterimanya sudah lebih dari cukup.
Purbaya juga berkata, 'Gaji gue gede di sini, cukup. Jadi saya nggak tahu kenapa Pak Noel ngomong seperti itu.' Hal ini menunjukkan komitmennya untuk tidak terlibat dalam tindakan korupsi.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan dirinya terlibat dalam tindakan korupsi sangat kecil. 'Mungkin kalau ada yang jebak, taruh uang tiba-tiba di mobil saya, itu mungkin terjadi,' ujarnya dengan tegas.
Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, WFH Dicatat
Konfrontasi antara Purbaya dan Noel
Sebelumnya, Noel mengklaim bahwa Purbaya akan 'di-Noel-kan', saat menghadapi persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ia menyampaikan, 'Pesan nih buat Pak Purbaya, nih. Hati-hati, Pak Purbaya.'
Noel menggambarkan bahwa tindakan Purbaya mengganggu 'pesta' para pelaku korupsi. Ia mengaitkan situasi ini dengan Purbaya yang menindak mafia baju bekas ilegal.
Namun, Noel tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai ancamannya dan menegaskan bahwa tindakan Purbaya mendorong reaksi dari pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Respon Purbaya terhadap Klaim Noel dan Komitmennya
Purbaya menyatakan komitmennya untuk transparansi dalam setiap transaksi. 'Begitu kita terima uang, saya terima uang, saya akan amat riskan posisinya,' ujarnya, menekankan pentingnya menjauhi korupsi.
Ia juga menyatakan, 'Saya hanya bertanggung jawab kepada presiden, yang lain saya nggak peduli.' Ini menunjukkan fokusnya pada tugas sebagai pemimpin fiskal.
Dengan demikian, Purbaya berkomitmen untuk menjaga kebersihan dari praktik korupsi dalam menjalankan perannya sebagai Bendahara Negara.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: