Pantai Larangan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, saat ini dipenuhi batang kayu setelah banjir bandang melanda kawasan Guci pada 23 Januari 2026.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Kayu yang terdampar ini diduga berasal dari hutan di sekitar Gunung Slamet, dan muncul sehari setelah kejadian bencana tersebut.
Asal Kayu di Pantai Larangan
Kejadian banjir bandang memicu aliran air Sungai Gung yang meluap, mengangkut batang kayu besar yang sekarang terdampar di Pantai Larangan.
Ali Sadikin, seorang warga, menjelaskan, 'Pantai ini dekat muara Kali Gung, sungai ini tersambung sampai ke Guci. Sehari setelah kejadian banjir, kayu-kayu ini keluar dari muara Kali Gung.'
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih
Kondisi Kayu dan Ikan di Pantai
Kayu-kayu yang terdampar terdiri dari berbagai jenis, seperti sengon dan mahoni. Beberapa di antaranya diduga merupakan hasil dari penebangan liar di lereng Gunung Slamet, meningkatkan kecemasan dampak terhadap lingkungan.
Di samping kayu, banjir juga mengakibatkan banyak ikan air tawar seperti nila dan patin terdampar di pantai, beberapa diantarnya ditemukan mengambang dan diambil oleh warga.
Dampak Lingkungan dan Sosial
Kekhawatiran atas kerusakan lingkungan menyelimuti masyarakat setelah banjir. Penebangan liar dianggap sebagai faktor yang menyumbang kerugian ekologis di daerah tersebut.
Aktivitas penangkapan kayu dan ikan oleh masyarakat pun menjadi perhatian, karena dapat mengancam keseimbangan ekosistem lokal.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: