Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 20:23 WIB

Jakarta Gelar Operasi Cuaca untuk Cegah Bencana Hujan Lebat

Author

Jakarta Gelar Operasi Cuaca untuk Cegah Bencana Hujan Lebat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta melanjutkan operasi modifikasi cuaca pada 24 Januari 2026 sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Ini merupakan hari kesembilan dari pelaksanaan operasi yang dilakukan berdasarkan analisis cuaca yang mendalam untuk mengarahkan penyemaian ke wilayah yang lebih aman.

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca

Pada hari ini, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan melalui tiga kali penerbangan menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 yang beroperasi dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Operasi ini bertujuan untuk memecah awan potensial pembentuk hujan agar tidak berkembang ke wilayah DKI Jakarta.

Dalam penerbangan pertama, fokus penyemaian awan dilakukan di Bekasi dan sekitarnya, dengan penyemaian dilakukan pada ketinggian 7.000–8.000 kaki menggunakan 800 kilogram kalsium oksida.

Penerbangan kedua juga menggunakan 800 kilogram kalsium oksida, kali ini di atas Kabupaten Bogor pada ketinggian 5.000–7.000 kaki.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail

Kolaborasi Antara Instansi

Operasi modifikasi cuaca ini merupakan hasil kerjasama antara BPBD DKI Jakarta, BNPB, BMKG, TNI Angkatan Udara, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menegaskan pentingnya evaluasi harian terhadap efektivitas operasi ini.

Koordinasi lintas instansi ini sangat krusial untuk memastikan efektivitas pelaksanaan OMC dan menghadapi potensi cuaca ekstrem di DKI Jakarta.

Peringatan bagi Masyarakat

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi hujan lebat yang bisa disertai oleh kilat, petir, dan angin kencang.

Peringatan ini diharapkan dapat mengurangi kerugian dan menyelamatkan banyak nyawa.

Masyarakat juga diharapkan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air untuk meminimalisir risiko banjir.

Isnawa juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana dan kesiapsiagaan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU