Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat tentang bahaya konsumsi minuman kemasan manis yang dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal. Data terbaru menunjukkan bahwa hampir separuh dari penduduk Indonesia berusia di atas tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari.
Baca juga: Desta Bagikan Tuntutan 17+8 Usai Hujatan Pemilu 2024
Pentingnya memotong konsumsi gula harian semakin mendesak, terutama karena satu produk minuman kemasan bisa mengandung sampai 35 gram gula, berpotensi memicu diabetes yang berdampak lebih serius pada kesehatan ginjal.
Statistik Konsumsi Minuman Manis di Indonesia
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat bahwa sekitar 47,5 persen populasi berusia di atas tiga tahun mengonsumsi minuman manis lebih dari satu kali setiap hari. Sekitar 43,3 persen di antara mereka bahkan mengonsumsinya satu hingga enam kali dalam seminggu.
Hanya 9,2 persen masyarakat yang tercatat mengonsumsi minuman manis dengan frekuensi lebih rendah, yakni kurang dari tiga kali dalam sebulan. Fenomena ini menunjukkan bahwa kebiasaan minum minuman manis telah mengakar dalam kehidupan sehari-hari banyak individu di tanah air.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kematian Pengemudi Ojek Online
Peringatan Menteri Kesehatan tentang Konsumsi Gula
Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa kebiasaan mengkonsumsi minuman manis membawa konsekuensi serius. Dalam sebuah postingan di akun Instagram resmi, ia memperingatkan, "Minuman kemasan manis mana nih yang kamu paling sering minum? Hati-hati ya bisa kena gagal ginjal."
Ia menambahkan bahwa batasan konsumsi gula harian untuk orang dewasa adalah 50 gram. Sekali minuman kemasan bisa memenuhi setengah dari batasan tersebut, sehingga penting untuk memperhatikan asupan gula dari semua makanan dan minuman.
Dampak Konsumsi Gula Terhadap Kesehatan Ginjal
Menteri juga menunjukkan bahwa banyak produk yang mengaku sebagai jus buah memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan persentase buah yang terdapat di dalamnya. Ini dapat menyebabkan akumulasi gula dalam tubuh yang berpotensi mengarah pada diabetes.
Beliau mengingatkan, "Diabetes sering jadi awal masalah ginjal yang berujung pada cuci darah dan penyebab kematian tertinggi di Indonesia." Dia mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan cek kesehatan gratis di puskesmas, terutama bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, untuk memantau kadar gula darah.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: