Jumat, 23 JANUARI 2026 • 19:31 WIB

Program Studi Kecerdasan Buatan Resmi Dimulai di Universitas Indonesia

Author

Program Studi Kecerdasan Buatan Resmi Dimulai di Universitas Indonesia

Universitas Indonesia (UI) baru saja memperkenalkan program studi Kecerdasan Buatan (AI) di Fakultas Ilmu Komputer, sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang pesat dan kebutuhan akan tenaga profesional di bidang ini.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat

Dengan diluncurkannya prodi ini, UI berharap untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyediakan solusi berbasis AI yang dapat bermanfaat bagi industri dan masyarakat luas.

Detail Program Studi Kecerdasan Buatan

Program studi Kecerdasan Buatan di Universitas Indonesia dirancang dengan beragam mata kuliah untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan teknis yang diperlukan. Beberapa mata kuliah unggulan meliputi AI Ethics, Data Science and Machine Learning, dan Natural Language Processing.

Dosen yang mengajarkan prodi ini terdiri dari 16 orang, mayoritas bergelar doktor, termasuk Prof. Wisnu Jatmiko yang diakui sebagai Guru Besar AI pertama di Indonesia. Dengan keahlian para pengajar, mahasiswa diharapkan bisa memahami konsep-konsep AI secara mendalam.

Kurikulum yang disusun fokus pada dua aspek utama: pemodelan AI dan rekayasa sistem berbasis AI, guna memenuhi kebutuhan tenaga profesional unggul di masa depan.

Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Lima: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Proses Pendirian Prodi AI

Proses penyusunan program studi AI di UI telah dimulai sejak awal pandemi COVID-19, saat Fasilkom UI berupaya meningkatkan infrastruktur AI yang ada. Sebuah kajian feasibility telah dilakukan untuk memastikan kontribusi prodi ini terhadap pengembangan AI di Indonesia.

Pengembangan kurikulum yang lebih konkret baru dimulai pada pertengahan tahun 2024, dan diharapkan bisa mendapatkan persetujuan dari Senat Akademik UI pada September 2025. Proses ini melibatkan kajian komparatif dengan program sejenis di dalam dan luar negeri.

Salah satu fokus utama dari kurikulum adalah membekali lulusan dengan pemahaman mendalam mengenai aplikasi solusi berbasis AI di berbagai industri, lebih dari sekadar teknologi generatif.

Pengajaran dan Dosen Pengajar

Di Fasilkom UI, dari total 40 dosen tetap, sebanyak 16 orang telah dipilih untuk mengajar di prodi AI. Mereka memiliki keahlian mendalam yang relevan dengan pengembangan AI.

Para dosen yang terlibat diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang komprehensif berkat latar belakang akademis dan pengalaman praktis yang kuat. Mereka diharapkan mampu mentransfer pengetahuan terkini tentang AI kepada mahasiswa.

Prodi ini tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lulusan yang memahami teori, tetapi juga yang mampu menerapkan konsep AI untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat dan industri.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU