Kamis, 22 JANUARI 2026 • 21:39 WIB

Inisiatif Galang Dana Dewan Perdamaian Gaza Dipimpin Trump: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Inisiatif Galang Dana Dewan Perdamaian Gaza Dipimpin Trump: Apa yang Perlu Diketahui?

Dewan Perdamaian Gaza, yang diasuh oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kini tengah melangsungkan penggalangan dana dari 60 negara di seluruh dunia.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dengan target pengumpulan dana mencapai USD 1 miliar, inisiatif ini bertujuan untuk membangun kembali Gaza pasca-konflik dan memperkuat pemerintahan di sana.

Langkah Awal Penggalangan Dana

Dewan Perdamaian Gaza resmi mengundang 60 negara untuk berkontribusi dalam program penggalangan dana ini.

Setiap negara yang ingin bergabung harus menyumpang USD 1 miliar, atau setara dengan Rp 16,7 triliun, untuk menikmati keanggotaan selama tiga tahun.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh dari berbagai sumber, negara yang memberikan lebih dari USD 1 miliar dalam tahun pertama bisa mendapatkan perpanjangan masa keanggotaan.

Baca juga: Menggali Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari

Reaksi dan Tanggapan Negara-negara Terhadap Inisiatif Ini

Beberapa pemerintah telah mengonfirmasi penerimaan undangan tersebut, meskipun terdapat pertimbangan tambahan mengenai posisi mereka.

Kementerian Luar Negeri Yordania mengungkapkan bahwa Raja Abdullah sedang meninjau tawaran ini, sementara Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menekankan dukungan mereka untuk solusi berkelanjutan bagi Palestina.

Di Kanada, Perdana Menteri Mark Carney juga menyatakan persetujuan prinsip terhadap proposal ini, meskipun menyoroti bahwa rincian penting masih dalam pembahasan.

Struktur dan Komposisi Dewan Perdamaian

Dewan ini dipimpin oleh Donald Trump dan diisi oleh tokoh-tokoh politik terkemuka seperti Tony Blair dan Jared Kushner.

Ketiadaan perwakilan Palestina dalam struktur dewan ini memicu kritik tajam dari organisasi hak asasi manusia dan para diplomat, yang melihatnya sebagai pendekatan yang meragukan.

Gedung Putih juga mengumumkan pembentukan Dewan Eksekutif Gaza yang terdiri dari 11 anggota, bertujuan men-support pemerintahan teknokrat demi stabilitas wilayah.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU