Kamis, 22 JANUARI 2026 • 19:05 WIB

Misteri Materi Gelap dan Energi Gelap dalam Alam Semesta

Author

Misteri Materi Gelap dan Energi Gelap dalam Alam Semesta

Dua konsep yang sering menjadi bahan diskusi di kalangan ilmuwan adalah Materi Gelap dan Energi Gelap, yang memiliki peranan krusial dalam struktur dan evolusi alam semesta.

Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain

Kendati demikian, pemahaman tentang keduanya masih sangat terbatas dan menjadi pusat penelitian di bidang kosmologi.

Pemahaman tentang Materi Gelap

Materi Gelap, atau Dark Matter, merupakan entitas yang tidak terlihat dan menyumbang sekitar 27% dari total massa dan energi alam semesta.

Berbeda dengan materi biasa yang kita ketahui, Materi Gelap tidak memancarkan cahaya atau radiasi, sehingga sulit terdeteksi langsung oleh instrumen observasi.

Pakar astrofisika mengakui keberadaan materi ini melalui pengaruh gravitasinya terhadap objek langit lainnya, termasuk galaksi serta kluster galaksi.

Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil

Bagaimana Materi Gelap Bekerja?

Dalam studi galaksi berputar, astronom menemukan bahwa kecepatan bintang di pinggiran galaksi jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan berdasarkan materi yang tampak.

Fenomena ini menunjukkan adanya massa tambahan, di mana Materi Gelap berperan penting dengan memberikan tarikan gravitasi yang diperlukan.

Penelitian mengenai partikel dominan, seperti WIMPs (Weakly Interacting Massive Particles), tengah dilakukan untuk menemukan penjelasan yang lebih konklusif mengenai keberadaan Materi Gelap.

Memahami Energi Gelap

Di sisi lain, Energi Gelap berfungsi dengan cara yang kontras, yaitu mempercepat ekspansi alam semesta.

Diperkirakan bahwa Energi Gelap menyusun sekitar 68% dari total energi yang ada di alam semesta, meskipun sifat dan asal-usulnya masih menjadi misteri yang terus diteliti.

Pengamatan terhadap supernova dan radiasi latar kosmik menunjukkan bahwa ekspansi alam semesta tidak melambat, melainkan semakin cepat, yang memberikan tantangan baru bagi para ilmuwan untuk memahami dinamika kosmos.

Baca juga: Korea Selatan U-23 Siap Tantang Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU