Bill Gates, pendiri Microsoft dan filantropis terkemuka, berinisiatif untuk mengatasi penurunan anggaran bantuan luar negeri akibat keputusan pemerintahan Donald Trump.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap: Kontroversi Penghasutan dan Kebebasan Sipil
Gates Foundation bekerja sama dengan OpenAI menggelontorkan dana sebesar US$50 juta untuk mendukung penggunaan teknologi kecerdasan buatan di sektor kesehatan negara-negara Afrika.
Dampak Pemotongan Anggaran Internasional
Pada awal tahun 2025, pemerintahan Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk membekukan anggaran bantuan luar negeri, yang diikuti langkah serupa oleh Inggris dan Jerman.
Dampak dari keputusan ini cukup signifikan, dengan estimasi dari Gates Foundation menunjukkan penurunan bantuan pengembangan untuk kesehatan global mencapai 27% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi ini mengkhawatirkan, terutama bagi negara-negara yang sangat bergantung pada bantuan luar negeri untuk program kesehatan dan pembangunan.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Tembakan Gas Air Mata dan Provokasi di Depan Kampus
Kolaborasi Gates Foundation dan OpenAI
Gates Foundation, dikenal melalui aktivitas filantropinya dalam kesehatan dan pendidikan, memutuskan untuk bertindak dalam menghadapi efek dari pengurangan anggaran tersebut.
Dalam upaya ini, mereka menjalin kerjasama dengan OpenAI dengan meluncurkan inisiatif bernama 'Horizon1000'.
Inisiatif ini bertujuan untuk membantu negara-negara Afrika meningkatkan sistem kesehatan mereka dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan.
Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Sektor Kesehatan
Dalam sebuah tulisan di blog, Gates menyatakan bahwa AI dapat menjadi solusi strategis di negara-negara dengan kekurangan tenaga kesehatan dan infrastruktur yang buruk.
"Di negara-negara miskin dengan kelangkaan pekerja kesehatan atau infrastruktur sistem kesehatan yang tidak memadai, AI bisa menjadi 'gamechanger' dalam mengekspansi akses kesehatan berkualitas," jelasnya.
Gates menargetkan agar inisiatif ini dapat menjangkau 1.000 klinik kesehatan dan komunitas di Afrika pada tahun 2028, meskipun ia mengakui tantangan yang ada terkait kekurangan tenaga medis.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: