Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr kini menghadapi tantangan berat dengan adanya upaya pemakzulan yang diajukan oleh kelompok masyarakat sipil. Aduan tersebut berkaitan dengan dugaan penipuan miliaran dolar yang mengarah pada proyek pengendalian banjir yang gagal.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Kemarahan masyarakat semakin memuncak setelah sejumlah kawasan di Filipina dilanda banjir parah akibat cuaca ekstrem. Dukungan untuk pemakzulan ini tercatat datang dari blok Makabayan, yang merupakan koalisi partai politik sayap kiri.
Latar Belakang Pemakzulan
Aduan pemakzulan terhadap Marcos Jr berfokus pada tuduhan bahwa ia telah mengkhianati kepercayaan publik melalui proyek-proyek pengendalian banjir yang gagal. Proyek ini, yang seharusnya menjadi solusi, justru dituduhkan sebagai sarana untuk mengalihkan dana kepada pihak-pihak tertentu.
Mengacu pada Konstitusi Filipina, setiap warga negara memiliki hak untuk mengajukan aduan pemakzulan asalkan didukung oleh anggota Kongres. Sebuah salinan aduan resmi telah diajukan ke Kantor Sekretaris Jenderal DPR Filipina pada tanggal 22 Januari 2026.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Tuduhan Korupsi dan Respons Marcos Jr
Dalam dokumen aduan, disebutkan bahwa Marcos Jr dituduh terlibat dalam penyalahgunaan dana lebih dari 545,6 miliar Peso Filipina untuk proyek pengendalian banjir. Dana ini diduga dialihkan kepada sekutu-sekutu dan kontraktor tertentu, yang menjadikan kas negara sebagai alat untuk kepentingan politik mendatang.
Selain itu, ada tuduhan yang mengklaim bahwa Presiden Marcos secara langsung meminta suap. Namun, tuduhan tersebut didasarkan pada dugaan yang belum dapat dibuktikan, di mana salah satu mantan anggota Kongres yang mengemukakan tuduhan itu diketahui telah pergi ke luar negeri.
Tanggapan Publik dan Keputusan Kongres
Sikap pemerintah dalam menangani krisis ini dipandang tidak memadai oleh sejumlah tokoh publik. Beberapa dari mereka berpendapat bahwa pembentukan komite untuk menyelidiki kasus ini hanya merupakan cara untuk menanggapi kritik yang ada.
Liza Maza, salah satu pelapor dalam kasus ini, mengungkapkan bahwa upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Marcos Jr tidak lebih dari sekedar upaya untuk mengalihkan kesalahan dari dirinya. Meski ada upaya pemakzulan, banyak analis politik mempertanyakan kelangsungan langkah tersebut di Kongres yang masih didominasi oleh sekutu Marcos Jr.
Dennis Coronacion, Ketua Fakultas Ilmu Politik di Universitas Santo Tomas, berpendapat bahwa pemakzulan ini mungkin akan terhambat, mengingat dukungan mayoritas yang masih berpihak pada presiden.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: