Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengungkap temuan mengejutkan berupa uang tunai mencapai Rp2,6 miliar. Uang tersebut diduga merupakan hasil dari praktik pemerasan yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat
Dalam konferensi pers yang diadakan, KPK memperlihatkan bukti fisik uang yang disimpan dalam karung dan kantong plastik, menegaskan pentingnya barang bukti ini dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
Penemuan Uang Tunai
KPK memastikan bahwa uang tunai senilai Rp2,6 miliar yang ditemukan merupakan bagian dari alat bukti dalam kasus korupsi yang melibatkan Bupati Pati, Sudewo. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan bahwa barang bukti ini didapat dari beberapa individu yang terlibat.
Budi menjelaskan lebih lanjut bahwa barang bukti tersebut ada di bawah penguasaan Sudewo dan tiga orang lainnya terkait kasus ini. 'Betul itu barang bukti kasus Pati semua ya. Diamankan dari penguasaan JAN, JION, YON, dan SDW,' katanya kepada wartawan.
Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City
Detail Kasus Pemerasan
Sudewo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang terkait dengan pengisian jabatan di perangkat desa di Pemerintah Kabupaten Pati. KPK mengungkapkan bahwa tindakan pemerasan ini melibatkan sejumlah kepala desa yang diduga ikut berperan dalam pengumpulan uang.
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menambahkan bahwa uang tersebut diperoleh dari berbagai pihak sebelum disimpan dalam karung. 'Uang ini dikumpulkan dari beberapa orang. Dimasukkan karung. Tadi kan ada karung warna hijau,' jelasnya.
Tindakan Pemungutan Uang
Dalam praktiknya, Sudewo menetapkan tarif antara Rp125 juta hingga Rp150 juta bagi calon pejabat yang ingin mendapatkan posisi. Namun, tarif tersebut diduga meningkat menjadi antara Rp165 juta hingga Rp225 juta karena pengaruh para bawahannya.
Asep menjelaskan lebih jauh mengenai pecahan uang yang ditemukan. 'Uangnya itu kan tadi kelihatan ada yang Rp10 ribuanan. Ada yang berapa pecahan-pecahan gitu,' ujarnya. Penemuan ini mencerminkan kompleksitas skema korupsi yang melibatkan banyak individu di pemerintahan daerah.
Baca juga: Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke RS Polri: Memantau Korban Aksi Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: