Tenis merupakan olahraga yang seru, namun seringkali ada aturan dasar yang membuat banyak orang merasa bingung. Dari sistem penilaian hingga teknik serve, hal ini bisa menjadi tantangan, terutama bagi yang baru memulai.
Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan di Layanan Gmail
Mempelajari aturan-aturan ini dapat membantu meningkatkan pengalaman bermain. Mari kita telusuri beberapa poin kunci mengenai aturan dasar tenis yang sering disalahpahami.
Sistem Penilaian yang Membingungkan
Satu hal yang membuat tenis kompleks adalah sistem penilaiannya. Dimulai dari 'love' hingga 'game', banyak yang tidak mengetahui arti dari istilah-istilah tersebut.
Dalam tenis, angka pertama di set adalah 'love', yang berarti 0. Setelah itu, pemain akan mendapatkan angka 15, 30, dan 40 saat mendekati kemenangan.
Ketika kedua pemain mencapai angka 40, situasi ini dikenal sebagai 'deuce', yang mengharuskan salah satu pemain untuk memenangkan dua poin berturut-turut untuk menang.
Jika salah satu pemain menang di 'deuce', mereka harus memenangkan poin selanjutnya untuk mendapatkan 'advantage'. Jika tidak, pertandingan kembali ke 'deuce'.
Aturan Serve yang Sering Dilupakan
Serve dalam tenis juga memiliki banyak nuansa yang bisa membingungkan. Pemain harus melakukan serve dari belakang garis baseline sehingga bola memantul di area servis lawan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool
Salah satu masalah yang sering terjadi adalah kurangnya kesadaran bahwa serve harus dilakukan secara diagonal. Artinya, bola harus mendarat di kotak servis yang berlawanan.
Jika bola menyentuh net tetapi tetap jatuh di area yang sah, serve akan dianggap sebagai 'let', yang berarti pemain harus mengulangi serve tanpa penalti.
Mengerti tentang aturan serve dapat mengurangi kesalahan saat bermain dan meningkatkan kepercayaan diri pemain.
Aturan Gerakan dan Pelanggaran
Ada berbagai pelanggaran yang sering tidak disadari oleh pemain, terutama terkait gerakan. Pemain dilarang bergerak terlalu cepat setelah melakukan stroke karena ini dapat dianggap sebagai pelanggaran.
Saat melakukan stroke, bola harus berada dalam sentuhan dengan raket dan tidak boleh menyentuh bagian tubuh lainnya. Jika terjadi, poin otomatis diberikan kepada lawan.
Pemain juga perlu memastikan bahwa kaki tetap berada di dalam batas saat melakukan serve. Jika melanggar, ini dikenal sebagai 'foot fault' dan dapat berakibat fatal dalam pertandingan.
Mengenal berbagai aturan ini akan membantu pemain bermain lebih efektif tanpa terjebak dalam kesalahan yang bisa dihindari.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: