Selasa, 20 JANUARI 2026 • 18:15 WIB

Panggilan Polisi untuk Pandji Pragiwaksono dalam Kasus Kontroversial

Author

Panggilan Polisi untuk Pandji Pragiwaksono dalam Kasus Kontroversial

Kasus yang melibatkan komika Pandji Pragiwaksono terkait dugaan penistaan agama kini memasuki fase penting. Polda Metro Jaya memastikan pemanggilan terhadap Pandji sudah dalam daftar agenda penyidikan.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025, Siap Tantang Alcaraz

Kombes Iman Imannudin, Direktur Reserse Kriminal Umum, mengatakan bahwa pemanggilan tinggal menunggu kelengkapan dari keterangan saksi dan ahli yang terkait.

Proses Penyidikan yang Berlangsung

Kombes Iman Imannudin menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Pandji masih menunggu selesainya pemeriksaan saksi-saksi lain. "Sudah dijadwalkan," tuturnya.

Dia menambahkan, "Kami lengkapi dulu pemeriksaan saksi yang lainnya dan dengan yang ahli. Baru nanti kami jadwalkan terhadap terlapor (Pandji)."

Saat ini, penyidik sudah memanggil sepuluh orang saksi dan ahli untuk mendukung proses penyidikan. Fokus kepolisian adalah mengumpulkan informasi yang diperlukan sebelum mengagendakan pemanggilan terhadap Pandji.

Latar Belakang Kasus

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya melalui tiga laporan polisi dan dua pengaduan masyarakat terkait bahan stand up comedy-nya, 'Mens Rea'.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Pulih

Kombes Iman menyatakan, "Karena ada beberapa laporan polisi dan pengaduan yang masuk ke Polda Metro Jaya," menunjukkan respons besar masyarakat terhadap materi tersebut.

Laporan tersebut mencakup dugaan penghasutan di muka umum serta penistaan agama yang dianggap ada dalam materi stand up yang disampaikan oleh Pandji.

Laporan dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah mengekspresikan kekhawatiran akan potensi kegaduhan di masyarakat akibat materi tersebut.

Reaksi Masyarakat dan Rapat Umum

Sejumlah kalangan masyarakat berpendapat bahwa penyampaian materi oleh Pandji sangat berisiko merusak kerukunan antar umat beragama. Sikap kritis ini muncul di tengah ketegangan sosial yang ada.

Garin Nugroho, seorang filmmaker, membela Pandji, mengatakan, "Masyarakat capek, makanya lari ke komedi," dan menyinggung pentingnya humor di situasi sulit.

Kasus ini berlanjut menjadi sorotan publik, dengan masyarakat menunggu hasil lebih lanjut dari penyidikan yang sedang berlangsung.

Baca juga: Transfer Kiper Baru Jadi Sorotan Manchester United dan Manchester City

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU