Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:29 WIB

Menggali Potensi E-Voting dalam Pemilihan Umum di Indonesia

Author

Menggali Potensi E-Voting dalam Pemilihan Umum di Indonesia

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendorong perlunya kajian mendalam terkait penggunaan sistem pemungutan suara digital atau e-voting dalam Pemilihan Umum di Indonesia.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia

Dasco menekankan bahwa meskipun e-voting bisa menghadirkan proses pemungutan suara yang lebih efisien, aspek keamanan dan keakuratan harus menjadi prioritas utama.

Pentingnya Kajian Mendalam terhadap E-Voting

Dasco mengungkapkan bahwa setiap usulan untuk memperbaiki sistem pemilihan umum harus lewat proses kajian yang komprehensif. Ia menegaskan, "Nah, ini yang perlu kemudian kita pelajari benar bagaimana kemudian kalau e-voting itu dilakukan di Indonesia," menandakan bahwa langkah ini tidak bisa diambil sembarangan.

Belajar dari pengalaman negara lain yang telah menggunakan e-voting adalah langkah penting. Masyarakat perlu waspada terhadap potensi manipulasi hasil pemilu yang pernah terjadi di beberapa negara tersebut, akibat kreativitas partai politik.

Oleh karena itu, pendekatan yang hati-hati sangat diperlukan dalam menerapkan teknologi ini di Indonesia.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif

Tantangan dan Potensi E-Voting

Dasco menekankan bahwa pengamanan teknologi menjadi fokus utama yang harus diperhatikan. "Hal pengamanan dari teknologinya e-voting itu yang juga perlu dikaji. Semua nanti dikaji," ujarnya, menggarisbawahi urgensi menjaga integritas pemilu.

Kepercayaan publik terhadap proses demokrasi bergantung pada bagaimana teknologi ini diimplementasikan dan diawasi. Meskipun e-voting memiliki banyak manfaat, tantangan dalam pelaksanaannya tak boleh diremehkan.

Ada berbagai hal yang perlu dipikirkan, dari sisi infrastruktur hingga kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem ini.

Sikap Partai Politik terhadap E-Voting

Pandangan partai politik soal e-voting menunjukkan dinamika yang menarik. Misalnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memilih untuk mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung namun tetap mendukung e-voting untuk efisiensi.

Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham, mengatakan, "Rakernas I Partai mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain menerapkan e-voting," yang menunjukkan adanya pro dan kontra di kalangan partai.

Di sisi lain, e-voting juga dinilai dapat membantu mencegah praktik pelanggaran pemilu seperti money politics, meskipun beberapa partai masih skeptis dengan teknologi ini.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU