Batuk yang berlangsung lebih dari beberapa minggu setelah mengalami infeksi saluran pernapasan menjadi isu yang tak boleh diabaikan. Meski tampak sehat, batuk berkepanjangan ini bisa menunjukkan bahwa saluran pernapasan belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Kunto Aji : Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Diterima Seutuhnya
Sejumlah dokter menekankan pentingnya memahami penyebabnya agar risiko penularan dan dampak kesehatan dapat diminimalisir. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi masalah ini.
Penyebab Batuk Berkepanjangan
Batuk berkepanjangan sering kali terjadi karena sensitivitas saluran pernapasan yang meningkat setelah infeksi. Dr. Mok Boon Rui, kepala eksekutif Pinnacle Family Clinic, menyatakan bahwa hal ini muncul ketika saluran pernapasan belum sepenuhnya pulih.
Dokter Joanne Khor, wakil kepala Poliklinik Jurong, menjelaskan bahwa iritasi dari postnasal drip adalah salah satu penyebab utama batuk. Lendir dari hidung atau sinus yang menetes ke tenggorokan menciptakan rasa tidak nyaman yang bisa memicu batuk.
Selain itu, kondisi medis lain seperti asma, rinitis alergi, dan penyakit refluks gastroesofageal (GERD) juga dapat memperburuk sensitivitas saluran pernapasan, meningkatkan kemungkinan mengalami batuk berkepanjangan.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo Karena Kondisi Jakarta yang Tidak Kondusif
Risiko Penularan dan Tindakan Pencegahan
Walaupun seseorang mengalami batuk berkepanjangan namun merasa sehat, risiko penularan kepada orang lain cenderung rendah. Dr. Mok menjelaskan bahwa dalam kasus infeksi virus, penularan dapat terjadi beberapa hari sebelum gejala muncul dan bertahan setelahnya.
Meski begitu, tindakan pencegahan harus tetap dilakukan, khususnya di sekitar orang-orang yang rentan seperti lansia dan anak-anak. Penting untuk menerapkan etika batuk, menjaga kebersihan tangan, serta menggunakan masker.
Dr. Khor menambahkan bahwa mengenakan masker dapat menekan penyebaran partikel akibat batuk dan membantu meningkatkan kelembapan udara yang dihirup, yang dapat meredakan iritasi tenggorokan.
Cara Mengatasi Batuk Berkepanjangan
Hidrasi yang baik sangat penting untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan mengurangi iritasi. Dr. Khor merekomendasikan agar penderita minum air sedikit demi sedikit saat merasakan gejala batuk.
Menghindari rokok dan mengurangi paparan terhadap iritan di rumah juga bisa menjadi langkah penting untuk mengurangi gejala. Ini termasuk debu, asap, dan bahan kimia rumah tangga.
Jika batuk disertai dengan gejala lebih serius seperti sesak napas atau hemoptisis, Dr. Khor menyarankan untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Transformasi Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy dengan Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: