Minggu, 18 JANUARI 2026 • 21:47 WIB

Penemuan Jenazah dan Barang Milik Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi Selatan

Author

Penemuan Jenazah dan Barang Milik Korban Kecelakaan Pesawat di Sulawesi Selatan

Tim Search and Rescue (SAR) berhasil menemukan satu jenazah korban kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 18 Januari 2026.

Baca juga: Status Izin Penjualan iPhone 17 di Indonesia: Kemenperin Belum Menerima Pengajuan

Selain jenazah, mereka juga menemukan beberapa benda dan dua paspor yang diduga milik penumpang di antara serpihan pesawat.

Penemuan dan Pengidentifikasian Korban

Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, Danrem 141/Toddopuli, menyampaikan bahwa tim menemukan sejumlah dokumen dan barang pribadi, termasuk dua paspor penumpang. Penemuan tersebut terjadi ketika tim SAR melanjutkan pencarian di lokasi kecelakaan.

Meskipun jenazah telah ditemukan, kondisi cuaca yang buruk, termasuk kabut tebal dan hujan deras, membuat proses evakuasi menjadi sulit. Tim SAR sudah menyiapkan kantong jenazah untuk penanganan lebih lanjut.

Serpihan pesawat yang ditemukan telah dipindahkan ke posko di Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupate, namun medan yang curam dan cuaca yang menantang memperlambat proses evakuasi.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Politisi NasDem: Polisi Semakin Intensif Melakukan Penyelidikan

Tantangan Cuaca dan Medan

Cuaca di lokasi kejadian menunjukkan hujan deras dengan kecepatan angin sekitar 20-25 knot, yang menjadi kendala bagi tim SAR. Hal ini memberikan tantangan besar dalam melakukan operasi evakuasi yang aman.

Medan sekitar lokasi kecelakaan juga cukup sulit, dengan banyak vegetasi rapat dan tebing curam. Brigjen Andre Clift menyatakan, “Kondisi di tempat kejadian vegetasi rapat dan berada di tebing.” Ini menjadi perhatian utama untuk keselamatan tim saat melakukan operasi.

Dengan kondisi ini, efektivitas pencarian dan evakuasi semakin tertekan, sehingga tim diharapkan tetap berhati-hati dalam menjalankan misi mereka.

Rencana Evakuasi yang Ditetapkan

Tim SAR telah merencanakan untuk melakukan evakuasi menggunakan dua metode, yaitu melalui jalur darat dan helikopter. Mereka berharap operasi dapat dilaksanakan segera setelah kondisi cuaca membaik.

Saat ini, tim SAR mendirikan kemah di lokasi penemuan jenazah untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi selama operasi berlangsung. Hal ini diharapkan dapat membantu memperlancar proses evakuasi yang masih dihadapkan pada banyak tantangan.

Pengawasan terhadap serpihan pesawat dan jenazah akan terus dilakukan hingga proses evakuasi selesai, memastikan semua aspek keselamatan tetap terjaga.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU