Minggu, 18 JANUARI 2026 • 20:22 WIB

Mendorong Keamanan Berkendara: Manfaat Rem ABS untuk Sepeda Motor di Indonesia

Author

Mendorong Keamanan Berkendara: Manfaat Rem ABS untuk Sepeda Motor di Indonesia

Pemerintah Indonesia kini semakin agresif dalam mendorong penggunaan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) pada semua jenis sepeda motor. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya dan mengurangi angka kecelakaan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Teknologi ABS, yang saat ini umum di mobil, diharapkan dapat menjadi bagian integral dari sepeda motor dengan kapasitas di atas 150 cc. Dengan penerapan ini, para pengendara dapat menikmati pengalaman berkendara yang lebih aman.

Pentingnya Teknologi ABS dalam Meningkatkan Keselamatan Berkendara

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Yusuf Nugroho, menyatakan bahwa kemajuan teknologi keselamatan kendaraan kini mempermudah penerapan fitur seperti rem ABS. Ia menambahkan, 'Banyak fitur keselamatan kini dapat diimplementasikan di Indonesia, mulai dari rem ABS hingga sistem stability control yang secara otomatis membantu kendaraan bermanuver lebih aman.'

Teknologi ABS berfungsi mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, memungkinkan pengendara untuk mempertahankan kontrol dan meningkatkan stabilitas kendaraan. Dengan penerapan ini, diharapkan pengendara dapat melakukan manuver dengan lebih aman dalam berbagai kondisi jalan.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Statistik Kecelakaan dan Manfaat Penerapan ABS

Data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat bahwa penjualan sepeda motor naik 2,1 persen pada November 2025, namun pengimplementasian sistem keselamatan masih jauh tertinggal. Korlantas Polri melaporkan bahwa sekitar 44 persen kecelakaan sepeda motor pada tahun 2024 disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman.

Penelitian dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan ABS efektif dalam mengurangi kecelakaan sepeda motor hingga 24 persen, dengan target penurunan fatalitas sampai 50 persen pada tahun 2030. Jean Todt, Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keselamatan di Jalan Raya, mengungkap bahwa 80 persen kecelakaan fatal di Indonesia melibatkan sepeda motor, dan dua pertiga korban tidak memiliki lisensi.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Keselamatan Jalan

Rio Octaviano, Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, menggarisbawahi pentingnya program lintas sektor dalam kebijakan keamanan jalan. Ia berpendapat bahwa kombinasi perbaikan perilaku pengguna jalan dan peningkatan standar kendaraan adalah kunci untuk menciptakan kerangka keselamatan yang seimbang.

Rajni Gandhi dari lembaga nonpemerintah Road Safety India juga menekankan perlunya perencanaan dalam penerapan ABS di seluruh sepeda motor. Negara India sendiri akan mulai menerapkan kewajiban rem ABS pada semua sepeda motor tanpa memedulikan kapasitas mesin pada Januari 2026, yang menunjukkan langkah signifikan dalam meningkatkan keselamatan berkendara.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Selama Hampir 7 Jam Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU