Cuaca buruk menjadi rintangan serius bagi upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Kepala BPBD Makassar, Fadli Tahir, mengungkapkan bahwa kondisi ekstrem mengganggu operasi tim SAR.
Baca juga: Drama Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dan Pergerakan Tim Lain
Tim gabungan mengalami kesulitan saat melakukan evakuasi di daerah pegunungan yang sulit dijangkau, di mana hujan deras dan kabut tebal menyelimuti lokasi. Jarak pandang yang terbatas membatasi kemampuan tim untuk bergerak.
Deskripsi Lokasi dan Operasi Evakuasi
Operasi pencarian terfokus di kawasan Gunung Bulusaraung, yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Pangkep dan Maros. Sejak hari pertama, tim SAR gabungan dari BPBD Makassar dan instansi lain telah siap membantu.
BPBD Makassar terlibat dalam pendirian posko pencarian dan pengelolaan laporan serta pemetaan. Kolaborasi lintas instansi sangat penting untuk mencapai keberhasilan dalam operasi ini.
Sayangnya, kendala cuaca tetap menghantui proses pencarian. Hujan deras dan kabut tebal menjadi isu utama yang memperlambat tim.
Upaya upaya pencarian yang dilakukan tim SAR menunjukkan ketulusan meskipun kondisi yang sulit. Semua anggota tim berusaha sekuat tenaga untuk menemukan pesawat yang hilang.
Tantangan Medan di Lokasi Operasi
Medan yang terjal dan berkabut menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Fadli menekankan bahwa "kondisi medan yang terjal dan berkabut membuat proses evakuasi memerlukan peralatan khusus, seperti mountaineering dan climbing."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengguncang Bursa
Perlunya peralatan yang memadai sangat krusial dalam menjalankan tugas pencarian. Tim harus tetap waspada dan menjaga keselamatan di lapangan saat menghadapi situasi berbahaya.
Meskipun telah ada banyak alat pendukung untuk membantu, kesulitan akses serta cuaca terus memperlambat kegiatan pencarian.
Kendala-kendala ini membuat setiap langkah dalam pencarian menjadi lebih berharga. Tim SAR terus mencari alternatif agar proses evakuasi bisa berjalan lebih lancar.
Penemuan dan Tindakan Selanjutnya
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar dilaporkan hilang kontak pada 17 Januari 2026. Lokasi terakhir pesawat terpantau pada pukul 13.17 WITA saat berada di perairan Kabupaten Maros.
Badan SAR Nasional (Basarnas) Makassar segera mengambil tindakan dengan mengirim tim ke lokasi berdasarkan koordinat dari AirNav. Pengecekan kondisi pesawat menjadi prioritas utama.
Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan evaluasi lokasi. "Sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi dan juga lima orang, dan diberangkatkan lagi 15 orang yang kedua," katanya.
Tindakan cepat dan terencana ini diharapkan bisa mendatangkan hasil positif dalam pencarian. Tim SAR terus berusaha melakukan yang terbaik untuk menemukan pesawat dan mengatasi kendala yang ada.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille: Peluang Baru untuk Talenta Indonesia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: